BANDAR LAMPUNG - Sudah menjadi hal yang lumrah apabila kita menjumpai orang-orang yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor. Tidak menutup kemungkinan mereka yang berboncengan itu laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. Pada dasarnya hukum berduaan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam adalah haram. Bagaimanakah penjelasan hukum tersebut dalam keterkaitannya dengan berboncengan sepeda motor yang bukan dengan muhrimnya ? Bagaimana pula jika ada perantaraan anak di tengah antara laki-laki dan perempuan ?
Hukum berboncengan tersebut tidak diperbolehkan kecuali bila bisa terhindar dari fitnah (hal-hal yang diharamkan) seperti :
1. Tidak terjadi ikhtilath (persinggungan badan)
2. Tidak terjadi kholwah (berkumpulnya laki-laki dan wanita di tempat sepi yang menurut kebiasaan umum sulit terhindar dari perbuatan yang diharamkan)
3. Tidak melihat aurat selain dalam kondisi dan batas-batas yang diperbolehkan syaraā
4. Tidak terjadi persentuhan kulit
Ų§ŁŁ
ŁŲ³ŁŲ¹Ų© Ų§ŁŁŁŁŁŲ© Ų§ŁŁŁŁŲŖŁŲ© Ų§ŁŲ¬Ų²Ų” Ų§ŁŲ«Ų§ŁŲ« ŲµŲŁ 91
āŲ„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§ŁŲŖŲ¹Ų±ŁŁā 1 ā Ų§ŁŲ„Ų±ŲÆŲ§Ł Ł
ŲµŲÆŲ± Ų£Ų±ŲÆŁ ŁŲ£Ų±ŲÆŁŁ Ų£Ų±ŁŲØŁ Ų®ŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŲ®Ų±Ų¬ Ų§Ų³ŲŖŲ¹Ł
Ų§Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų” ع٠ŁŲ°Ų§ Ų§ŁŁ
Ų¹ŁŁ āŲ§ŁŲŁŁ
Ų§ŁŲ„Ų¬Ł
Ų§ŁŁā 2 ā ŁŲ¬ŁŲ² Ų„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų¬Ł ŁŁŲ±Ų¬Ł ŁŲ§ŁŁ
Ų±Ų£Ų© ŁŁŁ
Ų±Ų£Ų© Ų„Ų°Ų§ ŁŁ
ŁŲ¤ŲÆ Ų„ŁŁ ŁŲ³Ų§ŲÆ Ų£Ł Ų„Ų«Ų§Ų±Ų© Ų“ŁŁŲ© ŁŲ„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų³ŁŁ ŁŁŁŲ¶Ł ŲØŁ Ų§ŁŲ¹ŲØŲ§Ų³ ŁŁŲ¬ŁŲ² Ų„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų¬Ł ŁŲ§Ł
Ų±Ų£ŲŖŁ ŁŲ§ŁŁ
Ų±Ų£Ų© ŁŲ²ŁŲ¬ŁŲ§ ŁŲ„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų³ŁŁ ŁŲ²ŁŲ¬ŲŖŁ ŲµŁŁŲ© Ų±Ų¶Ł Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŲ§ ŁŲ„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§ŁŲ±Ų¬Ł ŁŁŁ
Ų±Ų£Ų© Ų°Ų§ŲŖ Ų§ŁŲ±ŲŁ
Ų§ŁŁ
ŲŲ±Ł
Ų¬Ų§Ų¦Ų² Ł
Ų¹ Ų£Ł
Ł Ų§ŁŲ“ŁŁŲ© ŁŲ£Ł
Ų§ Ų„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§ŁŁ
Ų±Ų£Ų© ŁŁŲ±Ų¬Ł Ų§ŁŲ£Ų¬ŁŲØŁ ŁŲ§ŁŲ±Ų¬Ł ŁŁŁ
Ų±Ų£Ų© Ų§ŁŲ£Ų¬ŁŲØŁŲ© ŁŁŁ Ł
Ł
ŁŁŲ¹ Ų³ŲÆŲ§ ŁŁŲ°Ų±Ų§Ų¦Ų¹ ŁŲ§ŲŖŁŲ§Ų” ŁŁŲ“ŁŁŲ© Ų§ŁŁ
ŲŲ±Ł
Ų©
āDefinisi Irdaaf (berboncengan)ā kata Irdaaf adalah mashdar dari lafadz Ardafa, Ardafahu yang bermakna menaikkan/membonceng seseorang di belakangnya dan istilah ini tidak digunakan di kalangan Ulama Ahli Fiqh.
(Hukum Secara Global). Diperbolehkan seorang pria membonceng pria lain, wanita membonceng wanita lain bila memang tidak menimbulkan bahaya atau menimbulkan syahwat karena Rasulullah pernah membonceng sahabat fadhl Bin Abas, boleh juga suami membonceng istrinya, istri membonceng membonceng suaminya karena Rasulullah pernah membonceng istrinya Shofiyyah Ra. Seorang pria membonceng wanita mahramnya hukumnya boleh dengan syarat aman dari gejolak nafsu, sedang seorang wanita membonceng pria yang bukan mahramnya dan seorang pria membonceng wanita yang juga bukan mahramnya hukumnya di larang untuk menghindari hal-hal yang menjadi perantara dan timbulnya syahwat yang di haramkan. [ Al-MausĆ»āah al-Fiqhiyyah vol. III hal. 91 ].
Masalah ketentuan syarat-syarat yang lain yang telah di sebutkan diatas bisa di lihat di : Syarh Muslim vol. XIV hal. 164-166, IāĆ¢nah at-ThĆ¢libĆ®n vol. I hal. 272, Al-MausĆ»āah, alFiqhiyyah vol. II hal. 290-291
Bila persinggungannya secara langsung, maka haram bila tidak maka makruh. Jadi,apabila ada anak di tengahnya hukumnya adalah makruh.
ŁŁŁ
ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų¹ŁŲ±ŁŁŁŲ©Ł Ų£ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ
ŁŲ“ŁŲ¹ŁŲ±Ł Ų§ŁŁŲŁŲ±ŁŲ§Ł
Ł ŁŁŲ§ŁŁŲ§ŁŲ¬ŁŲŖŁŁ
ŁŲ§Ų¹Ł ŁŁŁŁŲ§ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ®ŁŲŖŁŁŁŁ
Ł Ų¢Ų®ŁŲ±Ł Ų±ŁŁ
ŁŲ¶ŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁŲµŁŲØŁ Ų§ŁŁŁ
ŁŁŁŲ§ŲØŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁŲ®ŁŲ·ŁŲØŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲ±ŁŁŁ Ł
ŁŲ§ ŁŁŁ
Ł ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų§Ų®ŁŲŖŁŁŁŲ§Ų·Ł Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁ ŲØŁŲ§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł ŲØŁŲ£ŁŁŁ ŲŖŁŲŖŁŲ¶ŁŲ§Ł
ŁŁ Ų£ŁŲ¬ŁŲ³ŁŲ§Ł
ŁŁŁŁ
Ł ŁŁŲ„ŁŁŁŁŁŁ ŲŁŲ±ŁŲ§Ł
Ł ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁ
āDi antaranya adalah saat wuquf di malam arafah atau saat di masyāar al-haram (muzdalifah), berkumpul di akhir malam pada bulan Ramadhan, mendengarkan khutbah bersama-sama maka dimakruhkan selagi tidak terjadi percampuran antara pria dan wanita dengan gambaran jasad-jasad mereka antara satu dan lainnya saling bersinggungan maka termasuk hal yang diharamkan dan perbuatan fasiqā. [ Iāaanah at-Thoolibiin I/313 ].
Ų§Ų®ŁŲŖŁŁŁŲ§Ų·Ł Ų§ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł ŲØŁŲ§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŲ§ŁŁ Ų„Ų°ŁŲ§ ŁŁŁ
Ł ŁŁŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŁŁŲ³Ł ŲØŁŲŁŲ±ŁŲ§Ł
Ł
Percampuran antara wanita dan pria asalkan tidak terjadi khalwat tidak diharamkan. [ Al-majmuuā IV/350 ].
ŁŁŲ¶ŁŲ§ŲØŁŲ·Ł Ų§ŁŁŲ®ŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų§Ų¬ŁŲŖŁŁ
ŁŲ§Ų¹Ł ŁŁŲ§ ŲŖŁŲ¤ŁŁ
ŁŁŁ Ł
ŁŲ¹ŁŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŁŁŲØŁŲ©Ł Ų¹ŁŲ§ŲÆŁŲ©Ł ŲØŁŲ®ŁŁŁŲ§ŁŁ Ł
ŁŲ§ ŁŁŁŁ ŁŁŲ·ŁŲ¹Ł ŲØŁŲ§ŁŁŲŖŁŁŁŲ§Ų¦ŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŲ§ŲÆŁŲ©Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų§ ŁŁ . Ų¹ Ų“ Ų¹ŁŁŁŁ Ł
Ų± Ł
ŁŁŁ ŁŁŲŖŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŲÆŁ
Batasan yang dinamai khalwat adalah pertemuan yang tidak diamankan terjadinya kecurigaan ke arah zina secara kebiasaan berbeda saat dipastikan tidak akan terjadi hal yang demikian secara kebiasaannya maka tidak dinamai khalwat. [Hasyiyah al-jamal IV/124]. Wallaahu Aālamu Bis Showaab. (Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB/Nahdlatul-Ulama.org/Esa)