Bahtsul Masail

Boncengan dengan Non Mahram? Ini Hukumnya

Sabtu, 9 September 2017 | 22:08 WIB

BANDAR LAMPUNG - Sudah menjadi hal yang lumrah apabila kita menjumpai orang-orang yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor. Tidak menutup kemungkinan mereka yang berboncengan itu laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. Pada dasarnya hukum berduaan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam adalah haram. Bagaimanakah penjelasan hukum tersebut dalam keterkaitannya dengan berboncengan sepeda motor yang bukan dengan muhrimnya ? Bagaimana pula jika ada perantaraan anak di tengah antara laki-laki dan perempuan ? Hukum berboncengan tersebut tidak diperbolehkan kecuali bila bisa terhindar dari fitnah (hal-hal yang diharamkan) seperti : 1. Tidak terjadi ikhtilath (persinggungan badan) 2. Tidak terjadi kholwah (berkumpulnya laki-laki dan wanita di tempat sepi yang menurut kebiasaan umum sulit terhindar dari perbuatan yang diharamkan) 3. Tidak melihat aurat selain dalam kondisi dan batas-batas yang diperbolehkan syara’ 4. Tidak terjadi persentuhan kulit Ų§Ł„Ł…ŁˆŲ³ŁˆŲ¹Ų© Ų§Ł„ŁŁ‚Ł‡ŁŠŲ© Ų§Ł„ŁƒŁˆŁŠŲŖŁŠŲ© الجزؔ الثالث ŲµŲ­Ł€ 91 ā€œŲ„Ų±ŲÆŲ§Ł Ų§Ł„ŲŖŲ¹Ų±ŁŠŁā€ 1 – ال؄رداف Ł…ŲµŲÆŲ± أردف ŁˆŲ£Ų±ŲÆŁŁ‡ Ų£Ų±ŁƒŲØŁ‡ خلفه ŁˆŁ„Ų§ يخرج استعمال الفقهاؔ عن هذا المعنى ā€œŲ§Ł„Ų­ŁƒŁ… Ų§Ł„Ų„Ų¬Ł…Ų§Ł„ŁŠā€ 2 – يجوز ؄رداف الرجل للرجل ŁˆŲ§Ł„Ł…Ų±Ų£Ų© للمرأة Ų„Ų°Ų§ لم يؤد ؄لى فساد أو Ų„Ų«Ų§Ų±Ų© Ų“Ł‡ŁˆŲ© ل؄رداف Ų§Ł„Ų±Ų³ŁˆŁ„ للفضل بن العباس ويجوز ؄رداف الرجل لامرأته ŁˆŲ§Ł„Ł…Ų±Ų£Ų© Ł„Ų²ŁˆŲ¬Ł‡Ų§ ل؄رداف Ų§Ł„Ų±Ų³ŁˆŁ„ Ł„Ų²ŁˆŲ¬ŲŖŁ‡ صفية رضي الله عنها و؄رداف الرجل للمرأة Ų°Ų§ŲŖ الرحم المحرم Ų¬Ų§Ų¦Ų² Ł…Ų¹ أمن Ų§Ł„Ų“Ł‡ŁˆŲ© ŁˆŲ£Ł…Ų§ ؄رداف المرأة للرجل Ų§Ł„Ų£Ų¬Ł†ŲØŁŠ ŁˆŲ§Ł„Ų±Ų¬Ł„ للمرأة Ų§Ł„Ų£Ų¬Ł†ŲØŁŠŲ© ŁŁ‡Łˆ Ł…Ł…Ł†ŁˆŲ¹ Ų³ŲÆŲ§ للذرائع ŁˆŲ§ŲŖŁ‚Ų§Ų” Ł„Ł„Ų“Ł‡ŁˆŲ© المحرمة ā€œDefinisi Irdaaf (berboncengan)ā€ kata Irdaaf adalah mashdar dari lafadz Ardafa, Ardafahu yang bermakna menaikkan/membonceng seseorang di belakangnya dan istilah ini tidak digunakan di kalangan Ulama Ahli Fiqh. (Hukum Secara Global). Diperbolehkan seorang pria membonceng pria lain, wanita membonceng wanita lain bila memang tidak menimbulkan bahaya atau menimbulkan syahwat karena Rasulullah pernah membonceng sahabat fadhl Bin Abas, boleh juga suami membonceng istrinya, istri membonceng membonceng suaminya karena Rasulullah pernah membonceng istrinya Shofiyyah Ra. Seorang pria membonceng wanita mahramnya hukumnya boleh dengan syarat aman dari gejolak nafsu, sedang seorang wanita membonceng pria yang bukan mahramnya dan seorang pria membonceng wanita yang juga bukan mahramnya hukumnya di larang untuk menghindari hal-hal yang menjadi perantara dan timbulnya syahwat yang di haramkan. [ Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah vol. III hal. 91 ]. Masalah ketentuan syarat-syarat yang lain yang telah di sebutkan diatas bisa di lihat di : Syarh Muslim vol. XIV hal. 164-166, I’ânah at-ThĆ¢libĆ®n vol. I hal. 272, Al-Mausû’ah, alFiqhiyyah vol. II hal. 290-291 Bila persinggungannya secara langsung, maka haram bila tidak maka makruh. Jadi,apabila ada anak di tengahnya hukumnya adalah makruh. ŁˆŁŽŁ…ŁŁ†Ł’Ł‡Ł Ų§Ł„Ł’ŁˆŁŁ‚ŁŁˆŁ’ŁŁ Ł„ŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽŲ©ŁŽ Ų¹ŁŽŲ±ŁŽŁŁŽŲ©ŁŽ Ų£ŁŽŁˆŁ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ“Ł’Ų¹ŁŽŲ±Ł Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų§ŁŲ¬Ł’ŲŖŁŁ…ŁŽŲ§Ų¹Ł Ł„ŁŽŁŠŁŽŲ§Ł„ŁŁŠŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų®ŁŲŖŁŁˆŁ’Ł…Ł Ų¢Ų®ŁŲ±ŁŽ Ų±ŁŽŁ…ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁˆŁŽŁ†ŁŽŲµŁ’ŲØŁ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŁ†ŁŽŲ§ŲØŁŲ±Ł ŁˆŁŽŲ§Ł„Ł’Ų®ŁŲ·ŁŽŲØŁ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡ŁŽŲ§ ŁŁŽŁŠŁŁƒŁ’Ų±ŁŽŁ‡Ł Ł…ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŽŁƒŁŁ†Ł’ ŁŁŁŠŁ’Ł‡Ł Ų§Ų®Ł’ŲŖŁŁ„ŁŽŲ§Ų·Ł Ų§Ł„Ų±ŁŁ‘Ų¬ŁŽŲ§Ł„Ł ŲØŁŲ§Ł„Ł†ŁŁ‘Ų³ŁŽŲ§Ų”Ł ŲØŁŲ£ŁŽŁ†Ł’ ŲŖŁŽŲŖŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ł…ŁŽŁ‘ Ų£ŁŽŲ¬Ł’Ų³ŁŽŲ§Ł…ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…ŁŒ ŁˆŁŽŁŁŲ³Ł’Ł‚ŁŒ ā€œDi antaranya adalah saat wuquf di malam arafah atau saat di masy’ar al-haram (muzdalifah), berkumpul di akhir malam pada bulan Ramadhan, mendengarkan khutbah bersama-sama maka dimakruhkan selagi tidak terjadi percampuran antara pria dan wanita dengan gambaran jasad-jasad mereka antara satu dan lainnya saling bersinggungan maka termasuk hal yang diharamkan dan perbuatan fasiqā€. [ I’aanah at-Thoolibiin I/313 ]. Ų§Ų®Ł’ŲŖŁŁ„ŁŽŲ§Ų·ŁŽ Ų§Ł„Ł†ŁŁ‘Ų³ŁŽŲ§Ų”Ł ŲØŁŲ§Ł„Ų±ŁŁ‘Ų¬ŁŽŲ§Ł„Ł Ų„Ų°ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŽŁƒŁŁ†Ł’ Ų®ŁŽŁ„Ł’ŁˆŁŽŲ©Ł‹ Ł„ŁŽŁŠŁ’Ų³ŁŽ ŲØŁŲ­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…Ł Percampuran antara wanita dan pria asalkan tidak terjadi khalwat tidak diharamkan. [ Al-majmuu’ IV/350 ]. ŁˆŁŽŲ¶ŁŽŲ§ŲØŁŲ·Ł Ų§Ł„Ł’Ų®ŁŽŁ„Ł’ŁˆŁŽŲ©Ł Ų§Ų¬Ł’ŲŖŁŁ…ŁŽŲ§Ų¹ŁŒ Ł„ŁŽŲ§ ŲŖŁŲ¤Ł’Ł…ŁŽŁ†Ł Ł…ŁŽŲ¹ŁŽŁ‡Ł Ų§Ł„Ų±ŁŁ‘ŁŠŲØŁŽŲ©Ł Ų¹ŁŽŲ§ŲÆŁŽŲ©Ł‹ ŲØŁŲ®ŁŁ„ŁŽŲ§ŁŁ Ł…ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŁˆŁ’ Ł‚ŁŲ·ŁŲ¹ŁŽ ŲØŁŲ§Ł†Ł’ŲŖŁŁŁŽŲ§Ų¦ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŲ§ŲÆŁŽŲ©Ł‹ ŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ¹ŁŽŲÆŁŁ‘ Ų®ŁŽŁ„Ł’ŁˆŁŽŲ©Ł‹ Ų§ هـ . Ų¹ Ų“ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ł… Ų± مِنْ ŁƒŁŲŖŁŽŲ§ŲØŁ Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŲÆŁŽŲÆŁ Batasan yang dinamai khalwat adalah pertemuan yang tidak diamankan terjadinya kecurigaan ke arah zina secara kebiasaan berbeda saat dipastikan tidak akan terjadi hal yang demikian secara kebiasaannya maka tidak dinamai khalwat. [Hasyiyah al-jamal IV/124]. Wallaahu A’lamu Bis Showaab. (Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB/Nahdlatul-Ulama.org/Esa)