• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

Santri Miftahul Falah, Ujian Tahsinul Qur'an Metode Yanbu'a

Santri Miftahul Falah, Ujian Tahsinul Qur'an Metode Yanbu'a
Proses Ujian Tahsinul Qur'an Metode Yanbua Santri Miftahul Falah
Proses Ujian Tahsinul Qur'an Metode Yanbua Santri Miftahul Falah

Lampung Timur, NU Online Lampung
Pesantren Miftahul Falah Unit Hidayatul Qur'an (UHQ) Sumber Sari, Desa Teluk Dalem Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur melaksanakan ujian Tahsinul Qur'an, Sabtu (12/3/2022). Kegiatan ini merupakan kewajiban santri dalam mempelajari Al-Qur'an, karena harus mengetahui ilmu bacaan Al-Qur'an.

 

Pendidikan pesantren lekat dengan ciri khas baca tulis Al-Qur'annya. Pada kesempatan ini sebanyak 44 santri, dengan 37 putri dan 7 putra melangsungkan ujian Tahsinul Qur'an dengan metode Yanbu'a.

 

Kepala Unit Hidayatul Qur'an (UHQ), Nyai Ani Rahma mengatakan, untuk dinyatakan lulus dan dapat mengikuti wisuda, para santri harus hafal seluruh ilmu tajwid serta benar dalam praktik membacanya.

 

“Para santri juga harus hafal semua sifat dan makhraj (tempat keluar) huruf hijaiyyah, seperti huruf dhat bersifat istitolah dan letaknya dimana,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan selain memahami qiroah (baca) Al-Qur'an, para santri juga dituntut untuk memahami ilmu-ilmu tajwid, yaitu ilmu yang mempelajari cara memahami hukum-hukum bacaan Al-Qur'an saat bertemu huruf hijaiyyah. Seperti hukum bacaan tanwin dan nun mati, bacaan hukum mim mati serta hukum bacaan maad, dan sebagainya.

 

Diharapkan para santri yang lulus agar tetap semangat belajar dan tidak boleh merasa cukup atau puas atas ujian Tahsinul Qur'an ini.

 

“Setelah tahap Tahsinul Quran ini, masih ada tingkat di atasnya yaitu Tahfidzul Qur'an (menghafal Al-Qur'an) dan Tahimmul Qur'an (memahami isi kandungan Al-Quran) lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Menurut Nyai Ani pelaksanaan munaqosah atau ujian Tahsinul Qur'an bin nadzor metode Yanbu'a diuji langsung oleh pakar qiroah dan para huffadz, seperti Kepala Munaqis (penguji) Nyai Hj Hai'atul Musyawaroh dari pesantren Ibadurrahman Way Jepara Lampung Timur, Ning Ayu Faiqoh, Nyai Anis Azkia dari Pesantren Assasunnajah Sekampung Lampung Timur, Nyai Umi Habibah dari Pesantren Darul Ma'arif Sekampung.

 

Ujian tersebut berlangsung selama lebih kurang 5 jam, setiap santri memakan waktu ujian selama 15 menit mengahadap kepada 4 penguji secara bergantian.

(Rifa'i Aly)


Warta Terbaru