• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

Paguyuban Tionghoa dan PWNU Lampung Kerja sama Adakan Kursus Bahasa Mandarin

Paguyuban Tionghoa dan PWNU Lampung Kerja sama Adakan Kursus Bahasa Mandarin
Kerja sama PWNU Lampung dengan Paguyuban Tionghoa
Kerja sama PWNU Lampung dengan Paguyuban Tionghoa

Bandar Lampung, NU Online Lampung

Paguyuban Tionghoa di Bandar Lampung mengajak Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung untuk membahas berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama. Salah satunya adalah mengadakan kursus bahasa mandarin untuk nahdliyin di Provinsi Lampung.


Pembahasan kerja sama ini dilaksanakan di Kantor PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Kamis (28/4/2022).  Paguyuban itu merupakan perkumpulan secara nasional yang memiliki cabang di Bandar Lampung.


Paguyuban Tionghoa itu memiliki tujuan untuk membangun kerja sama, persaudaraan, dan memperkenalkan lebih masif tentang apa itu Tionghoa kepada masyarakat, baik agama maupun budayanya. 


Para pengurus Paguyuban Tionghoa itu diterima oleh Ketua PWNU Lampung Prof Moh Mukri, Sekretaris Aryanto Munawar, Wakil Ketua Sholihin dan juga Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Subandi yang nantinya akan melaksanakan program pelatihan tersebut. 


Pelaksana Harian (Plh) Ketua PWNU Lampung, Prof Alamsyah mengatakan, kegiatan ini merupakan integrasi antar sesama anak bangsa yang berbeda suku, agama, dan etnis.


“Untuk memperkenalkan budaya dan bahasa, paguyuban Tionghoa ini ingin mengadakan kegiatan-kegiatan ataupun program unggulan berupa kursus bahasa mandarin. Dengan demikian NU Lampung, melalui PWNU dan PCNU, nantinya akan memperkenalkan bahasa mandarin dengan adanya pelatihan tersebut,” ujarnya. 


Lebih lanjut ia mengatakan bahasa mandarin juga merupakan salah satu bahasa yang terbanyak penggunanya di dunia, karena penduduk Tionghoa yang mencapai 1 milyaran. “Kita perlu mempelajari negara-negara yang sudah maju teknologi dan peradabannya. Tetapi harus seimbang, misalnya Timur Tengah, kita mempelajari tentang Arab Saudi. Kemudian  Eropa dan Amerika Serikat juga dipelajari. Demikian pula tentang negeri China, perlu kita ketahui budaya dan peradabannya,” kata Prof Alam. 


Wakil Rektor 1 UIN Raden Intan Lampung itu menambahkan, selama ini di Indonesia ada beberapa kalangan yang memandang etnis Tionghoa ini sebagai minoritas yang berbeda. Ada juga yang memandang etnis China itu eksklusif, tertutup, dan tidak membaur. 


“Atas dasar itu Paguyuban Tionghoa di Bandar Lampung ini ingin beradaptasi dan lebih memperkenalkan, serta membangun kegiatan bersama di masyarakat dengan memberikan kontribusi yang lebih besar pada kesejahteraan dan kebaikan anak bangsa. Dengan demikian paguyuban ini dapat lebih dekat dengan kelompok dan warga negara Indonesia yang lain,” paparnya. 


Paguyuban Tionghoa mengajak PWNU Lampung bekerja sama, karena NU selama ini dikenal mengusung ideologi yang moderat, terbuka, dan toleran. NU juga selama ini selalu menghormati adanya perbedaan.  

(Dian Ramadhan)
 


Warta Terbaru