• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Warta

Ketum MUI Lampung: Kebaikan Jangan Hanya Diomongkan, Viralkan!

Ketum MUI Lampung: Kebaikan Jangan Hanya Diomongkan, Viralkan!
Halal bi halal Pengurus MUI Lampung di Bandar Lampung, Senin (15/4/2024) (Foto: Istimewa)
Halal bi halal Pengurus MUI Lampung di Bandar Lampung, Senin (15/4/2024) (Foto: Istimewa)

Bandar Lampung, NU Online Lampung

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung Prof KH Moh Mukri mengatakan di era digital saat ini, kebaikan harus disebarkan dan diviralkan. Jangan sampai keburukan yang mendominasi dunia nyata dan dunia maya.


“Setiap kita harus menjadi bagian dari terselenggaranya kebaikan. Dan kebaikan jangan hanya diomongkan, kebaikan harus diviralkan,” katanya pada acara Halal bi Halal Pengurus MUI Provinsi Lampung di Resto Rumah Kayu Bandar Lampung, Senin (15/4/2024).


Terlebih kepada para tokoh agama, khususnya pengurus MUI, Ketua PBNU ini meminta agar mereka menjadi penyejuk dan pencerah dari berbagai masalah yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Masalah ini menurutnya sering muncul karena perbedaan pandangan dan pilihan yang bersifat subjektif.


Tokoh agama harus mampu menjadi contoh bermuamalah yang baik di dunia maya dan dunia nyata. Ia berharap pengurus MUI tidak malah menjadi provokator dalam menyikapi berbagai macam pro-kontra informasi yang berbeda dalam menyikapinya.


“Sampai kiamat, perbedaan itu pasti ada karena sudah disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun Allah telah mengingatkan perbedaan bukan untuk dipertentangkan. Kita diingatkan untuk senantiasa bersatu dan tidak bercerai-berai,” ujarnya mengingatkan.


Prof Mukri pun mengingatkan bahwa MUI, sebagai payung besar umat Islam, harus benar-benar dijadikan sebagai organisasi ulama yang mampu benar-benar mengayomi.


 

Ketum MUI Lampung, Prof KH Moh Mukri saat memberikan sambutan (Foto: Istimewa)
Ketum MUI Lampung, Prof KH Moh Mukri saat memberikan sambutan halal bi halal (Foto: Istimewa)


Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, H Puji Raharjo menilai bahwa MUI adalah partner strategis. Di antara peran yang dilakukan MUI bersama Kemenag adalah terkait menyikapi isu-isu keagamaan yang saat ini semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi.


“Banyak isu agama saat ini yang sensitif dan mudah berkembang di era saat ini. Keterlibatan MUI sangat penting dalam menyikapi hal ini agar tidak menjadi bahan ‘gorengan’ di media sosial,” ungkapnya pada acara bertema Merajut Kebersamaan, Raih Keberkahan ini.


Selama ini MUI ungkapnya, menjadi perekat dan penyejuk dan menjadi rumah besar umat Islam. Ia menilai berbagai fenomena keagamaan yang ada di Lampung khususnya mampu ditangani dengan baik melalui koordinasi stake holder khususnya para tokoh MUI.


“Ketua MUI Lampung sering dimintai solusi dan pencerahan dan Alhamdulillah mampu menjawab dengan sejuk berbagai masalah keagamaan yang setiap saat bisa dengan mudah viral,” ungkapnya.


Terlebih di Lampung yang merupakan miniatur keragaman di Indonesia, isu-isu keagamaan dan keragaman dalam berbagai hal cenderung mudah muncul. Namun selama ini bisa ditangani dengan baik.


Hadir pada acara Halal bi Halal tersebut para anggota Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Lampung. Hadir juga para Ketua dan Sekretaris Komisi serta lembaga dan badan otonom MUI Lampung. (Muhammad Faizin)


Warta Terbaru