• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

JQH Ingatkan Pentingnya Berakhlak pada Al-Quran

JQH Ingatkan Pentingnya Berakhlak pada Al-Quran
Pata penghapal Quran dari Jamiatul Quro Wal Huffazh (JQH) NU Provinsi Lampung dalam peringatan Maulid Nabi, baru0baru ini.
Pata penghapal Quran dari Jamiatul Quro Wal Huffazh (JQH) NU Provinsi Lampung dalam peringatan Maulid Nabi, baru0baru ini.

Bandar Lampung, NU Online Lampung

 

Seringkali kita temui, atau bahkan kita sendiri dengan sengaja atau tidak sengaja memasukkan pembicaraan dan aktivitas lain ketika sedang membaca Al-Quran.Secara tersurat hal tersebut memang terlihat sepele. Namun menurut Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Jamiatul Quro Wal Huffazh (JQH) Provinsi Lampung Lukmanul Hakim, hal itu merupan salah satu contoh tindakan tidak berakhlak kepada Al-Quran.


“Kalau sudah baca Al-Fatihah ya jangan diselingin dengan kalimat yang lain,” katanya sebelum sesi doa Khotmil Quran, pada acara peringatan Maulid Nabi yang diadakan oleh PW JQH NU Lampung, Sabtu (24/10).


Lukmanul Hakim melanjutkan, apabila di tengah bacaan, obrolan itu memang terpaksa harus dilakukan, maka untuk membaca Al-Quran kembali hendaknya dimulai dengan mengucap lafadz taawudz

( أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ).

 

“Kalau memang obrolan harus dilakukan, maka baca taawudz atau ulang dari awal,” katanya.

 

Selain itu, Lukmanul Hakim juga mengingatkan kepada para jamaah JQH NU Lampung untuk selalu menjaga akhlak pada Al-Quran. Sebab Al-Quran merupakan kalam Allah yang menjadi pedoman hidup manusia terutama umat Islam.

 

“Seringkali aktivitas-aktivitas yang dianggap sepele ketika membaca kalam Allah dianggap wajar. Padahal hal yang dianggap sepele inilah yang justru menjadi cerminan sikap tak berakhlak kepadanya,” katanya.

 

Lebih lanjut, Lukmanul mengajak para santri JQH NU Lampung untuk selalu berakhlak kepada Al-Quran, yakni menghindari kegiatan-kegiatan lain ketika mebacanya. Terlebih para santri JQH yang notabenenya para penghafal Al-Quran, maka sudah seharusnya bersikap dan memberikan contoh akhlak yang tepat ketika membaca dan menghafanya.


Ia menambahkan, jikalau kita dapat menunjukkan akhlakul karimah pada sesama manusia, maka kita juga harus berakhlak baik kepada Al-Quran.

 

“Kepada manusia saja kita harus berakhlak, apalagi kepada Al-Quran dzat yang maha qodim,” lanjut Lukmanul.

 

Dipenghujung nasihatnya, Lukmanul hakim berharap setiap umat Islam terutama para santri JQH NU Lampung untuk dapat berakhlak dengan menggunakan akhlak Al-Quran

 

“Berakhlak sebagaimana akhlak Al-Quran,” pungkasnya.

 

(Ulil Hidayat)

 


Editor:

Warta Terbaru