• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Warta

Jangan Tinggalkan, Jamaah Haji Harus Menggunakan Kartu Identitas agar Mudah Dikenali saat Tersesat

Jangan Tinggalkan, Jamaah Haji Harus Menggunakan Kartu Identitas agar Mudah Dikenali saat Tersesat
Jamaah haji saat tiba di bandara Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah (Foto: Kemenag)
Jamaah haji saat tiba di bandara Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah (Foto: Kemenag)

Madinah, NU Online Lampung

Jamaah haji Indonesia diingatkan untuk selalu mengenakan kartu identitas, baik yang masih berada di embarkasi maupun saat meninggalkan area penginapan di Madinah. 


Hal ini untuk memudahkan petugas melacak keberadaan lokasi penginapan saat jamaah tersesat. Sekretaris Daerah Kerja (Daker) Bandara, Asep Rohadian mengimbau agar jamaah haji selalu mengenakan kartu identitas jamaah. 


“Kami mengimbau untuk jamaah haji, jangan pernah melepas atau selalu membawa kalung jamaah yang selama ini menempel ke jamaah haji. Karena kalung itu berisi identitas jamaah yang diperlukan mereka ketika ada permasalahan di lapangan,” ujarnya saat bertugas di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Jumat (17/5/2024).


Ia melanjutkan, kartu identitas jamaah sebaiknya selalu dikalungkan di leher agar tidak hilang. Berdasarkan catatan Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara, hingga hari keenam kedatangan jamaah di Madinah, masih banyak kartu identitas jamaah yang tercecer saat jamaah mendarat di bandara. 


“Ini tentu akan menyulitkan jamaah mencari lokasi penginapan jika tersesat selama di Madinah,” katanya. 


Kartu identitas ini, lanjut Asep, sangat penting untuk mendapatkan informasi terkait lokasi penginapan jamaah. “Misalkan ada yang tersesat di jalan, petugas bisa melacak jamaah tinggal di hotel mana,” ungkapnya.


Selain kartu Identitas, jamaah juga diingatkan agar hanya membawa barang yang penting ke tanah suci. Kemudian jangan membungkus barang bawaan dengan isolasi lakban (perekat) yang justru bisa mencurigakan petugas bandara.


“Kami juga mengimbau kepada para jamaah haji untuk tidak terlalu membawa banyak barang bawaan termasuk melakban barang bawaan untuk memudahkan petugas saat bongkar muat di bandara,” tuturnya. 


Hingga hari keenam kedatangan jamaah haji Indonesia di Madinah, total sudah lebih 30 ribu jamaah dari 83 kloter yang tiba. Jumlah tersebut mencakup 30 persen jamaah yang tiba di Madinah dari total 90 ribu jamaah Indonesia yang akan tiba pada gelombang pertama.


Warta Terbaru