• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Warta

Jamaah Haji Lupa Jalan ke Hotel, Dapat Minta Bantuan Petugas Sektor Khusus Masjid Nabawi

Jamaah Haji Lupa Jalan ke Hotel, Dapat Minta Bantuan Petugas Sektor Khusus Masjid Nabawi
PPIH saat menjaga jamaah haji melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi (Foto: MCH Kemenag)
PPIH saat menjaga jamaah haji melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi (Foto: MCH Kemenag)

Madinah, NU Online Lampung

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menempatkan sektor khusus (Seksus) di Masjid Nabawi yang bertugas melakukan pelindungan kepada jamaah.


Hal ini untuk mengantisipasi saat jamaah melaksanakan ibadah wajib dan sunnah di Masjid Nabawi, sebagian jamaah lupa jalan ke penginapan. Ini salah satunya disebabkan jamaah masuk dan keluar di gerbang yang berbeda.


Kepala Sektor Khusus (Seksus) Nabawi, Surnadi mengatakan, seksus itu gabungan antara pembimbing ibadah, pelindungan jamaah (linjam), dan anggota tepung (tenaga pendukung), ditambah pelayanan lansia. Anggotanya berasal dari beragam instansi, mulai TNI/Polri dan beberapa instansi lainnya.


“Seksus akan melakukan penjagaan di pos-pos yang sudah kami tempatkan di sudut-sudut gerbang masjid. Apabila ada yang tersesat atau kesasar atau terpisah rombongan, akan diantarkan sampai ke hotel,” ujarnya. 


Ia melanjutkan, dalam penugasan Madinah ini, kita selalu berkolaborasi dan berkoordinasi dengan sektor yang ada, baik sektor 1 sampai dengan sektor 5. Sistem penjagaan di Masjid Nabawi, menggunakan dua sif. Setiap sif itu ada kurang lebih 14 sampai 15 orang dengan jam kerja 8 jam sampai 12 jam.


Salah seorang petugas seksus, Nurhayati menceritakan setiap selesai waktu shalat, selalu ada jamaah yang terpisah dari rombongan, sehingga lupa jalan ke penginapan.


“Tugas kita adalah mengantarkan jamaah ini ke penginapannya. Jika dalam waktu bersamaan ada jamaah lain yang juga tersesat, kita akan koordinasi dengan petugas sektor agar bisa dijemput,” katanya. 


Nurhayati mengaku keberadaan barcode pada kartu jamaah sangat memudahkan dalam mengenali identitas jamaah. Cukup dengan scan barcode kita dapat info tanda pengenal jamaah.


“Dari hasil scan barcode itu langsung kelihatan jamaah tersebut berasal dari kloter berapa, tinggalnya di hotel apa dan di sektor berapa. Jadi kita bisa mengantar atau menghubungi petugas sektor,” tuturnya.


Ia melanjutkan, saat masuk pelataran masjid kadang jamaah membuka sandal dan meletakkan di luar. Sehingga, begitu keluar dari masjid lupa naruh sendalnya di mana.


“Untuk itu, kami mengimbau seluruh jamaah kalau ke masjid sandalnya jangan dititipkan. Bawa plastik dan bawa sandal ke dalam masjid. Yang terpenting jangan lupa bawa ID card,” pesan tim seksus. 
 


Warta Terbaru