• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Warta

Batik Sekar Arum Sari, Seragam Baru yang Akan Digunakan Jamaah Haji Indonesia 2024

Batik Sekar Arum Sari, Seragam Baru yang Akan Digunakan Jamaah Haji Indonesia 2024
Batik Sekar Arum Sari, Seragam Baru yang Akan Digunakan Jamaah Haji Indonesia 2024. (Foto: Istimewa)
Batik Sekar Arum Sari, Seragam Baru yang Akan Digunakan Jamaah Haji Indonesia 2024. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online Lampung

Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), H Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan Batik Jamaah Haji Indonesia 1445 H/2024 M. Motif Sekar Arum Sari terpilih sebagai Batik Jamaah Haji mendatang.


Seragam ini merupakan batik yang dipilih melalui Sayembara Desain Batik Jamaah Haji Indonesia yang digelar sejak Agustus 2023. Sayembara ini dimenangkan oleh Sony adi Nugroho, satu dari 10 finalis sayembara.


“Malam ini kita meluncurkan batik baru untuk jamaah haji. Kita tahu, Jamaah haji bukan hanya spiritual saja, mereka juga sekaligus menjadi duta, sepantasnya pakaian yang akan digunakan adalah pakaian yang mewakili Indonesia,” ujar Menteri Agama saat memberi sambutan pada acara di Jakarta, Selasa (12/12/23) malam.


Adapun sembilan finalis lainnya, yaitu: 1) Ahmat Filasuf (Motif Ksatria Bhakti Imani), 2) Bagio Wijaya (Motif Sketsa Bunga, Gunung Wayang dan Burung Garuda), 3) Bayu Aria Widhi Kristanto (Motif Sayap Kebangsaan), 4) Deki Sandi Herdianto (Motif Attara Jagat Marjan). 


Kemudian 5) Ernas Juliasta (Motif Batik Puspa Bangsa Puspa Pesona), 6) Saftiyaningsih Ken Atik (Motif MAHAJ), 7) Satya Wiragraha (Motif Indonesia Berkah), 8) Sania Sari (Motif Harmoni Semesta), dan 9) Tri Asayani (Motif Khidmat Nusantara).


“Bagi yang memenangkan sayembara, tentu ada apresiasi, yaitu Rp78 juta, Tapi yang paling penting, Insyaallah juga yang buat dan mendesain mendapat amal saleh dari batik yang digunakan oleh para Jamaah,” ungkapnya.


Gus Men sapaan akrab Menag Yaqut, juga menjelaskan bahwa batik tak sekadar fashion, namun juga identitas Bangsa Indonesia. Karena itu penting jika batik yang diluncurkan adalah batik yang mewakili dan menjadi Indentitas Bangsa.


“Batik bukan sekadar fashion, oleh UNESCO juga ditetapkan sebagai warisan tak benda dan ciri Indonesia. Di forum G20 pimpinan negara juga menggunakan batik saat gala diner. Karena itu kita patut berbangga memiliki batik,” jelasnya.


Batik baru jamaah haji Indonesia berwarna ungu bermotif Sekar Arum Sari, yang terinspirasi dari melati putih, motif kawung, motif truntum, motif songket dan tenun, serta burung garuda. 


Motif ini mengambil filososfi puspa nasional Indonesia yang digambarkan dengan bunga melati putih yang melambangkan simbol kesucian, keagungan, kesederhanaan, ketulusan, keindahan, dan rendah hati. 


Sementara itu, Direktur Jendral Penyelenggara Haji dan Umrah, Hilman Latief menjelaskan bahwa batik baru ini akan menggantikan batik sebelumnya yang sudah digunakan sejak 2011.


“Batik sebelumnya sudah lebih 10 tahun digunakan, dan ternyata belum sepenuhnya mewakili identitas Indonesia. Banyak yang belum mengenali seragam batik Indonesia. Karena itu, kami menyelenggarakan sayembara untuk batik baru,” katanya.


Ia juga menjelaskan, bahwa seragam batik akan diproduksi, dengan metode cap, dengan melibatkan banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memenuhi syarat sesuai standar yang dibuat Kemenag.


“Diperkirakan per jamaah membutuhkan 3 meter kain untuk satu batik, jadi sekitar 600 KM banyaknya jika dibentangkan. Artinya akan melibatkan banyak UMKM untuk membuatnya, ini juga bentuk kepedulian kita terhadap UMKM,” ujarnya.


Warta Terbaru