• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Warta

Indonesia Dapat Prioritas Tambahan Kuota Jamaah Haji Tahun 2023

Indonesia Dapat Prioritas Tambahan Kuota Jamaah Haji Tahun 2023
Kuota jamaah haji Indonesia tahun 2023 ini akan ditambah
Kuota jamaah haji Indonesia tahun 2023 ini akan ditambah

Jeddah, NU Online Lampung

Indonesia akan menjadi prioritas penambahan kuota jamaah haji dari kuota yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 ini. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah, Ahad (12/3/2023).


"Di antara misi kunjungan saya ke Saudi adalah mengecek langsung perkembangan persiapan layanan dan meminta tambahan kuota jamaah haji Indonesia dan petugas. Alhamdulillah kita dapat kuota tambahan petugas. Indonesia juga jadi prioritas Kerajaan Arab Saudi untuk mendapat tambahan kuota jamaah,”  kata Menag usai pertemuan di Jeddah tersebut.

 

Turut hadir mendampingi dalam pertemuan itu Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, serta Staf Khusus Menag Wibowo Prasetyo dan Ishfah Abidal Aziz. Hadir juga, Jubir Kemenag Anna Hasbie, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.


Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, tambahan kuota petugas akan difokuskan dalam penguatan layanan jamaah lansia. Karena, dari 203.320 kuota haji reguler, ada lebih 64 ribu jemaah yang masuk kategori lansia.


Gus Men, sapaan akrabnya,  menyatakan, sejak awal berkomitmen untuk memberikan perhatian kepada para jemaah lansia. Karenanya, penyelenggaraan tahun ini mengusung tagline Haji Ramah Lansia.

 

"Beragam persiapan layanan pun,  difokuskan dalam upaya memberikan yang terbaik untuk jamaah, termasuk mereka yang lansia. Hal-hal detail menjadi perhatian, antara lain penambahan toilet perempuan di Arafah dan Mina," tutur Gus Men. 

 

Ia mengungkapkan,  mayoritas jamaah Indonesia adalah perempuan. Mereka juga membutuhkan waktu lebih lama saat di toilet.

 

"Akan ada rekrutmen khusus untuk pengisian tambahan kuota petugas, dan ini difokuskan pada penguatan layanan lansia," tegasnya.

 

Terkait tambahan kuota jamaah haji, Menag berharap Menteri Tawfiq bisa menyampaikannya lebih awal. Sebab, tentu butuh waktu persiapan dalam proses pengisian kuota jamaah, mulai dari penyiapan dokumen, paspor, pemvisaan, serta penyediaan layanan.

 

"Saya minta agar tambahan kuota jamaah tersebut disampaikan lebih awal, agar bisa terserap maksimal," katanya.


Hal lain yang dibahas dua menteri ini adalah terkait layanan fast track. Tahun ini, fast track akan kembali dilaksanakan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), bagi jamaah dari DKI Jakarta, Banten, Lampung, dan sebagian Jawa Barat.


Layanan fast track, sudah dimulai sejak 2018. Melalui layanan ini, proses imigrasi jamaah haji dilakukan sejak di bandara Indonesia. Sehingga, jamaah tidak perlu diperiksa paspor dan visanya lagi saat tiba di Arab Saudi.

 

"Jumlah jamaah yang akan dilayani oleh fasilitas fast track tahun ini baru sebanyak 55.321 orang. Saya sampaikan ke Menteri Tawfiq agar bisa ditambah untuk bandara lainnya. Dan  Menteri Tawfiq berjanji mempertimbangkan penambahan layanan fast track ini," paparnya.


Warta Terbaru