• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Syiar

Lafal Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah, Sabtu 15 Juni 2024

Lafal Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah, Sabtu 15 Juni 2024
Ilustrasi bulan dzulhijjah (Foto: Istimewa)
Ilustrasi bulan dzulhijjah (Foto: Istimewa)

Kita dianjurkan berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, karena memiliki banyak keutamaan. Sebagaimana kita ketahui, Dzulhijjah adalah bulan mulia, dan banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan.


Puasa pada hari ke delapan bulan Dzulhijjah disebut puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Pada tahun ini, 8 Dzulhijjah bertepatan dengan Sabtu 15 Juni 2024.


Bila hendak melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah, kita dianjurkan untuk melafalkan niat pada malam hari. Adapun niat puasa Tarwiyah yaitu:


نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى 


Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.


Seperti puasa sunnah lainnya, yang memperbolehkan orang yang lupa niat puasa pada malam hari dapat membaca lafal niat pada siang hari, yaitu dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. 


Berikut adalah lafal niat ketika siang hari:


نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى


Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.   

Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.


Ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan puasa delapan hari pertama bulan Dzulhijjah di samping anjuran puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Mereka juga menganjurkan puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) secara khusus.


ويسن صوم الثمانية الأيام قبله وهو المراد بقوله وعشر ذي الحجة لكن الثامن مطلوب احتياطا ليوم عرفة ولدخوله في الثمانية 


Artinya: Puasa selama 8 hari sebelum hari Arafah dianjurkan. Ini yang dimaksud dengan perkataan matan, “10 Dzulhijjah”. Tetapi puasa pada 8 Dzulhijjah dianjurkan sebagai bentuk ihtiyath terhadap hari Arafah dan juga termasuk 8 hari pertama Dzulhijjah (Syekh Said Muhammad Ba’asyin, Busyral Karim, [Beirut: Darul Fikr, 2012 M/1433-1434 H], juz II, halaman 488). 

(Ila Fadilasari)
 


Syiar Terbaru