• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

Pimpinan Agama Terkemuka dari Seluruh Dunia Akan Hadiri Forum Agama R20 di Bali

Pimpinan Agama Terkemuka dari Seluruh Dunia Akan Hadiri Forum Agama R20 di Bali
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberi penjelasan tentang pelaksanaan Forum Agama R20
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberi penjelasan tentang pelaksanaan Forum Agama R20

Jakarta, NU Online Lampung
Para pimpinan agama terkemuka dari seluruh dunia akan berjumpa di Indonesia pada November 2022 mendatang untuk mengikuti konferensi spiritual yang dinamakan Forum Agama R20 atau disebut Religion 20 (R20). Forum R20 diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan didukung penuh oleh pemerintah Indonesia.

 

Menurut Ketua Umum PBNU sekaligus inisiator R20, KH Yahya Cholil Staquf, tujuan konferensi ini adalah memastikan bahwa agama bisa berperan sebagai solusi masalah global. “Bukan justru menjadi bagian dari masalah global,” ujar Gus Yahya, Rabu (7/9/2022). 

 

Menjadi tuan rumah R20 yang pertama, PBNU telah menggandeng Liga Muslim Dunia (Rabithah al-‘Alam al-Islami), organisasi yang berkantor pusat di Makkah, Arab Saudi, sebagai penyelenggara bersama (co-host). 


Syekh Mohammad bin Abdulkarim Al-Issa, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, dengan demikian akan menjabat sebagai ketua bersama (co-chair) R20.  


"Bekerja bersama NU yang memiliki sekitar 120 juta anggota dan berbagi cita-cita yang sama dengan Liga Muslim Dunia akan memperkuat misi kami. Kemitraan dengan NU ini akan berjalan sebagai platform yang luar biasa untuk dialog yang akan memperkuat dan memperluas misi mulia Liga Muslim Dunia,” jelas Al-Issa.


Implementasi Kegiatan 

R20 akan mengumpulkan dan memobilisasi  para pimpinan agama dari negara-negara anggota G20 dan beberapa negara lain. The Center for Shared Civilizational Values (CSCV) berfungsi sebagai Sekretariat Permanen R20. 


R20 akan diakhiri dengan komunike bersama yang menguraikan langkah selanjutnya dalam pengembangan Forum Agama G20. R20 berikutnya diselenggarakan di India pada 2023 dan Brasil pada 2024.


Dari 2022 hingga 2024, Indonesia, India, dan Brasil—rumah bagi populasi Muslim, Hindu, dan Katolik terbesar di dunia—berturut-turut menjabat kepresidenan G20 dan dengan demikian menjadi tuan rumah R20.


Penyelenggara R20 saat ini sedang berkoordinasi dengan para pimpinan agama dan masyarakat sipil India untuk meletakkan dasar bagi suksesnya penyelenggaraan R20 di negara tersebut. 


Pelaksanaan Acara

R20 tahun ini di Indonesia akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, pada 2-3 November 2022. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dijadwalkan berpidato dalam acara pembukaan pada 2 November.

 

Pembicara lain yang telah bersedia adalah  Rais ‘Aam PBNU 2014-2015 KH A Mustofa Bisri, Sekretaris Jenderal Aliansi Injili Dunia Uskup Thomas Schirrmacher, guru besar emeritus ilmu hukum di Harvard Law School Prof  Mary Ann Glendon,  dan mantan Duta Besar AS untuk Takhta Suci Vatikan. Lebih dari 200 pimpinan agama dan politik terkemuka dari Indonesia dan seluruh juga telah mengonfirmasi akan hadir. 

 

Tema dan Isu Utama Forum R20

Adapun tema dan isu utama yang akan dikaji pada R20 meliputi: Kepedihan Sejarah, Pengungkapan Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Pengampunan; Mengidentifikasi dan Merangkul Nilai-nilai Mulia yang Bersumber dari Agama dan Peradaban Besar Dunia; Rekontekstualisasi Ajaran Agama yang Usang dan Bermasalah; Mengidentifikasi Nilai-nilai yang Dibutuhkan untuk Mengembangkan dan Menjamin Koeksistensi Damai; dan Ekologi Spiritual. 


Sebagai wahana untuk mempromosikan kerja sama sistematis antara beragam agama, peradaban, dan bangsa, R20 di Indonesia menjanjikan dampak global yang langgeng. 


"Melalui forum R20, kami berharap dapat memfasilitasi munculnya sebuah gerakan global. Forum Agama G20 ini akan mengundang orang-orang dengan niat baik dari setiap agama dan bangsa untuk membawa struktur kekuatan geopolitik dan ekonomi dunia selaras dengan nilai-nilai moral dan spiritual tertinggi, demi seluruh umat manusia," papar Gus Yahya.


Warta Terbaru