• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 4 Juli 2022

Warta

PCNU Kota Bandar Lampung Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan untuk Klinik NU

PCNU Kota Bandar Lampung Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan untuk Klinik NU
Rekrutmen tenaga kesehatan PCNU Kota Bandar Lampung
Rekrutmen tenaga kesehatan PCNU Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung, NU Online Lampung
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandar Lampung membuka rekrutmen untuk tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di Klinik NU Bandar Lampung.  Pendaftaran ditunggu hingga 22 Juni 2022 mendatang.


Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ustadz Ichwan Adji Wibowo mengatakan, ada tujuh formasi yang sedang dibuka. “Formasi itu adalah dokter umum, apoteker, asisten apoteker, analis kesehatan, analis laboratorium, perawat/bidan dan staf administrasi,” katanya kepada NU Online Lampung, Kamis (16/6/2022).


Adapun persyaratannya, pendidikan minimal strata 1 untuk dokter dan apoteker dan minimal Diploma 3 atau strata 1 untuk tenaga farmasi, bidan, perawat, asisten apoteker, dan staf administrasi. Usia maksimal 35 tahun,  diutamakan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun, dan diutamakan memiliki surat tanda registrasi (STR) aktif. 

 

“Bagi dokter umum, diutamakan sudah memiliki sertifikat lulus pelatihan penanganan kegawatdaruratan (Advanced Cardiac Life Support/ACLS).  Syarat lainnya yang tak kalah penting adalah berorientasi pada pelayanan, dapat bekerja sama dengan tim, dan mampu berkomunikasi dengan baik,” kata Ustadz Adji.


Camat Telukbetung Selatan itu menjelaskan, tujuan dibukanya Klinik NU tersebut adalah sebagai upaya penghidmatan jamiyyah NU di bidang kesehatan, membangun sumber daya manusia yang berkualitas, sekaligus membangun kemandirian jamiyyah NU.

 

Klinik NU yang akan dibuka itu beralamat di Jalan Bahari IV, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Dipilihnya lokasi tersebut, karena wilayah Kecamatan Panjang dianggap paling strategis. Selain padat penduduk, daerah itu merupakan basis industri dan terdapat pelabuhan peti kemas.


“Banyak kaum buruh di sana, sementara belum tersedia tempat pelayanan kesehatan yang representatif selain Puskesmas milik pemerintah,” ungkap Ustadz Adji. 

 


Warta Terbaru