• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Selasa, 23 April 2024

Warta

Mengenal Nurul Anwar Metro, Pesantren Salaf Berbasis Pertanian dan Perikanan

Mengenal Nurul Anwar Metro, Pesantren Salaf Berbasis Pertanian dan Perikanan
Mengenal Nurul Anwar Metro, Pesantren Salaf Berbasis Pertanian dan Perikanan. (Foto: Ist.)
Mengenal Nurul Anwar Metro, Pesantren Salaf Berbasis Pertanian dan Perikanan. (Foto: Ist.)

Metro, NU Online Lampung
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, kini pesantren tidak saja mengajarkan para santrinya ilmu-ilmu agama. Para santri saat ini juga dibekali dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan sebagai modal menghadapi zaman sekaligus agar bisa berkiprah di tengah-tengah masyarakat dengan baik.


Kali ini, NU Online Lampung menghadirkan sebuah pondok pesantren di Kota Metro yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding pesantren lainnya. Pesantren ini tetap mempertahankan pendidikan salaf berupa ngaji kitab kuning namun memiliki ciri khas fokus di bidang pertanian dan perikanan. Pesantren ini bernama Pondok Pesantren Nurul Anwar Kota Metro, asuhan Kiai Slamet Wahyudi.


Pondok Pesantren Nurul Anwar didirikan sekitar dua tahun yang lalu oleh Kiai Slamet yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Sebelum mendirikan pesantren ini, Kiai Slamet telah mengantongi restu dari KH Maimun Zubair (Mbah Mun), masyayikh Pesantren Sarang. Memasuki komplek pesantren ini, setiap pengunjung akan merasakan nuansa alami di mana sayur mayur dan kolam-kolam ikan menghiasi lokasi pesantren.


Kiai Slamet mengungkapkan bahwa konsep pesantren berbasis pertanian ini terinspirasi dawuh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari yakni ''Pak Tani Itulah Penolong Negeri''. “Dan sebaik-baik rezeki adalah hasil bertani, untuk itu saya bersama santri bersama-sama menanam berbagai sayuran, selain untuk kebutuhan memasak juga sebagai penghijauan dan sebagai wisata agar santri merasa nyaman dan kerasan mondok,” katanya ditemui kontributor NU Online Lampung, Kamis (7/1/2022).


Meski demikian, Kiai Slamet tetap memprioritaskan santrinya untuk tetap fokus mengaji. Bercocok tanam menurutnya merupakan keterampilan tambahan untuk mengisi waktu-waktu luang santri. Para santri dididik memanfaatkan waktu untuk mengasah kreativitas dengan mengolah lokasi pertanian sehingga terlihat asri dan indah.


“Bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke perkebunan santri Pondok Pesantren Nurul Anwar untuk sekedar berfoto-foto dan memanen sayuran kami persilakan, bahkan kami sangat senang,” ungkap Kiai Slamet yang merupakan A’wan PCNU Kota Metro ini.


Adapun sistem pengajaran pesantren yang diterapkan menurut Kiai Slamet, bukan hanya bagi santri yang menetap di pesantren tersebut. Ia juga mempersilakan bagi siapa pun yang ingin bersama-sama ngaji bisa ikut serta di kelas umum setiap Sabtu malam ba'da Maghrib bersama warga sekitar pondok.


“Bagi anak-anak muda bisa ikut ngaji bersama Majlis Dzikir Dan Shalawat Rijalul Ansor Metro Timur setiap malam Minggu ba'da isya,” tambah kiai yang juga alumni Pesantren Roudlotussholihin, Purwosari, Lampung Tengah ini.


Saat ini Pondok Pesantren Nurul Anwar memiliki kurang lebih seratus santri yang terdiri dari santri putra dan putri. Selain menetap di pesantren (mukim) ada juga santri tidak tetap (ngalong). ”Santri yang mukim rata-rata dari luar daerah sambil kuliah, dan yang ngalong kebanyakan dari Kota Metro saja,” jelasnya.


Kontributor: Muklis
Editor: Muhammad Faizin


Warta Terbaru