• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Warta

Jelang Wisuda Santri, Pesantren Al Husna Kehadiran Peneliti Sanad Al-Qur’an di Nusantara

Jelang Wisuda Santri, Pesantren Al Husna Kehadiran Peneliti Sanad Al-Qur’an di Nusantara
Gus Abid saat memberikan sanad Al Quran di Nusantara kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Pringsewu, Senin (3/6/2024) (Foto: Istimewa)
Gus Abid saat memberikan sanad Al Quran di Nusantara kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Pringsewu, Senin (3/6/2024) (Foto: Istimewa)

Pringsewu, NU Online Lampung 

Pondok Pesantren Al Husna Bukit Rajawali, Pringsewu kehadiran peneliti sanad Al-Qur'an di Nusantara, yaitu Muhammad Abid Muaffan, Senin (3/6/2024). Kehadirannya menjadi hadiah, karena Sabtu esok akan digelar wisuda Tahfidzul Qur’an 30 Juz.

 

Pondok Pesantren Al Husna Bukit Rajawali pun menggelar seminar tentang sanad Al-Qur’an yang diisi langsung oleh Gus Abid sapaan karibnya.

 

Gus Abid menyampaikan, pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua yang berorientasi pada kajian keagamaan yang bersumber pada Al-Quran dan Hadits.

 

“Sampai saat ini, pesantren semakin menarik perhatian masyarakat karena menanamkan ketersambungan rantai atau sanad keilmuan untuk menjaga orisinalitas dan kevalidan keilmuan antara guru dan murid,” ujarnya.

 

Ia melanjutkan, sanad secara bahasa adalah al-Mu’tamad (tempat bersandar atau bergantung), dinamakan demikian sebab hadits disandarkan kepada sanad atau bergantung kepadanya.

 

Sedangkan, secara istilah, sanad adalah silsilah para perawi yang menyambungkan hingga ke matan. Dalam tradisi pesantren, ilmu menjadi bagian dari agama, karena bersumber dari wahyu.

 

“Belajar, mengaji, dan mengkaji ilmu bagian dari ibadah, sehingga sumber ilmu betul-betul jelas dan bisa dipertanggung jawabkan,” paparnya.

 

Oleh karena itu, pesantren sanad keilmuan bagian dari agama. Sebagaimana dikatakan Imam Muslim: Sanad adalah urusan agama. Kalau urusan isnad tidak diperhatikan, maka setiap orang bisa berbicara apa saja sekehendak hatinya.

 

“Sanad menjadi tradisi dan ciri khas Ahlussunnah wal Jama’ah. Tradisi keilmuan golongan ini lahir dari pesantren,” ungkapnya.

 

Hadratusyyekh KH Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah menyatakan, hendaknya berhati-hati dalam mengambil suatu ilmu (informasi). Seyogianya tidak mengambil ilmu dari orang yang bukan ahlinya.

 

Ia menguti perkataan Ibnu Malik ra: Jangan mengambil ilmu dari orang ahli bid’ah, serta janganlah menukilnya dari orang yang tak diketahui dari mana ia mendapatkannya, dan tidak pula dari siapapun yang dalam perkataannya ada kobohongan, meskipun ia tidak berbohong dalam menyebutkan hadits Rasulullah saw.

 

“Pengasuh PPTQ Al Husna mengambil sanad Al-Qur’an dari Syaikhoh Hj Luqmanati Adnan Ambarawa (PPTQ Mathlaul Huda), beliau dari Syaikhoh Hj Nur Hamidah Ali Ahmad Jombang (PP Darul Falah Cukir), beliau dari KH Yahdi Mathlab Mojokerto (PP Bidayatul Hidayah), beliau dari KH Dahlan bin Kholil Jombang dan seterusnya sampai ke Rasulullah saw,” kata Gus Abid.

 

Selain itu, Gus Abid abid juga mencontohkan cara membaca Al-Qur’an Qiroah Ashim riwayat Syu’bah. Gus Abid menekankan pada para santri Al-Husna jangan ragu bahwa pengasuh pesantren ini sanadnga bersambung kepada Rasulullah saw.

 

Sementara itu, Pengasuh PPTQ Al-Husna Bukit Rajawali, KH Abdul Hamid menyampaikan, menjelang pelaksanaan wisuda santri 1-30 Juz, kedatangan Gus Abid memberikan pencerahan tentang sanad Al-Qur’an.

 

“Terima kasih kepada Gus abid atas silaturahimnya, seolah dapat hadiah yang luar biasa,” katanya. 


Warta Terbaru