• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 2 Desember 2022

Warta

Gelar FGD, Hebitren Lampung Rancang Model Bisnis Masa Depan

Gelar FGD, Hebitren Lampung Rancang Model Bisnis Masa Depan
FGD Hebitren (Foto: Istimewa)
FGD Hebitren (Foto: Istimewa)

Bandarlampung, NU Online Lampung

Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Lampung terus melakukan upaya penguatan bisnis dan ekonomi berbasis pesantren untuk memperkuat kemandirian pesantren. Hal ini dilakukan dengan terus melakukan koordinasi antar pesantren dengan membahas rencana model bisnis yang akan dikembangkan di masa yang akan datang.


Program pengembangan ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) sekaligus rapat koordinasi yang digelar di Hotel Sheraton Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang diikuti oleh para anggota Koperasi Sekunder Serikat Bisnis Pesantren Lampung ini dilaksanakan 2 hari mulai (3-4/7/2022).


“Kegiatan ini juga kita manfaatkan untuk memperkuat koperasi sekunder kita agar ekonomi berbasis pesantren akan dapat didorong lebih maksimal lagi ke depan menuju ekonomi pesantren yang berdaulat, mandiri, serta berdaya saing tinggi,” kata Hasan Errezha, Ketua Hebitren Lampung.


Hasan menjelaskan bahwa sampai saat ini, anggota Koperasi Sekunder Serikat Bisnis Pesantren Lampung telah mencapai 12 koperasi primer. Koperasi ini berada di 12 pondok pesantren yang tersebar di 5 kabupaten/kota se-Propinsi Lampung.


“Selain itu kita juga sudah mengelola 14 Greenhouse untuk budi daya Melon Sultan dengan menggunakan teknologi Internet of Things (IoT),” jelasnya pada FGD yang juga dihadiri oleh Deputi Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Lampung Irfan Parulian dan Dewan Pembina Hebitren Lampung Prof Ruslan Abdul Ghofur Noor.  


Memaksimalkan jaringan, Hebitren terus melakukan jalinan kerja sama dengan mitra strategis di antaranya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk program sekolah digital marketing, PT Pusri Indonesia untuk distribusi pupuk non subsidi, PT Pos Indonesia, Bank syariah Indonesia (BSI), dan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS).


Hadir secara Online Kepala DEKs Bank Indonesia Arif Hartawan, Sekjend Hebitren Pusat Rezha Pahlifi, seluruh pesantren anggota Hebitren Lampung, serta 20 pesantren penerima program sosial Bank Indonesia KPw Lampung sejak tahun 2017. (Muhammad Faizin)
 


Warta Terbaru