• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Syiar

Perlunya Mencegah dan Menghilangkan Sifat Pemarah

Perlunya Mencegah dan Menghilangkan Sifat Pemarah
ilustrasi marah
ilustrasi marah

Marah adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hubungan sosial. Baik itu di lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga. Seorang pemarah pasti akan dihindari oleh manusia lainnya. 

 

Lantas bagaimana cara mencegah dan menghilangkan sifat pemarah tersebut?  Marah menurut ilmu psikologi merupakan gejolak emosi yang diungkapkan dengan perbuatan atau ekspresi untuk memperoleh kepuasan. 

 

Ada sebagian orang menganggap bahwa dengan marah, dirinya tampak lebih berwibawa.Tentu saja anggapan ini sangat keliru. Umumnya pemarah justru menyebabkan orang-orang di sekitarnya menjauh karena takut disakiti.  

 

Dilansir dari Mencegah dan Menghilangkan Sifat Pemarah, Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitabnya, Arba’in Nawawi, hadits ke-16, menyampaikan riwayat dari Abu Hurairah ra,  ada seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw, "Berilah aku nasihat." Beliau menjawab: "Jangan marah!" Nabi mengulanginya beberapa kali, "Jangan marah’!” (HR al-Bukhari). 


Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad mengulang kata “jangan marah!” sebanyak tiga kali. 

 

Sayyid ‘Alwi Abu Bakar Muhammad As-Saqaf dalam kitabnya, Al-Bayan fi Syarh al Arba’in an-Nawawi menjelaskan bahwa jika marah disandarkan kepada hak Allah swt maka itu berarti berkehendak untuk menyiksa, tetapi jika disandarkan kepada manusia maka marah adalah meluapkan emosi dan perasaan dalam hati ketika menghadapi sesuatu yang dibencinya.   

 

Selanjutnya, ia memberikan dua solusi pengobatan agar terhindar dari sifat pemarah. Pertama, dengan cara mencegah, yakni kita harus ingat dampak dari marah adalah kerusakan, karenanya kita harus  memiliki jiwa penyabar dan selalu menahan amarah.  

 

Kedua, dengan cara menghilangkan, yakni kita harus bisa tahu diri, selalu memohon kepada Allah swt agar terhindar godaan setan, kemudian dilanjut dengan mandi atau berwudhu.

 

Banyak hal buruk yang dapat muncul dari sikap marah. Marah bisa menimbulkan saling membenci, memutus tali silaturahim, permusuhan, dan tercerabutnya keberkahan rezeki. Oleh karena itu, Allah swt memberi apresiasi kepada orang yang selalu menahan amarah dan selalu memberi maaf sebagaimana firman-Nya QS Ali Imran ayat 134:


   ـ... الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ   “

 

Artinya: ...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Syiar Terbaru