• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Syiar

Ini Doa Akhir dan Awal Tahun yang Sering Dibaca Rasulullah

Ini Doa Akhir dan Awal Tahun yang Sering Dibaca Rasulullah
Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 1444 Hijriah, tepatnya pada Sabtu 30 Juli 2022 mendatang. Sebagai umat Islam, ada baiknya kita mengakhiri tahun ini dengan doa permohonan ampun kepada Allah atas kesalahan dan dosa yang telah lalu, serta memohon agar Alllah swt dapat menerima sesedikit apapun amal kebaikan yang telah kita perbuat. 

 

Doa itu sebaiknya dibaca sebanyak tiga kali sebelum magrib pada hari terakhir bulan Zulhijjah, yang pada tahun ini bertepatan pada 29 Juli 2022. Dilansir dari NU Online Ini Doa Rasulullah saw di Akhir Tahun, doa ini dicantumkan oleh Sayid Utsman bin Yahya dalam karyanya yang berisi kumpulan doa, berjudul Maslakul Akhyar.  

 

Berikut doa yang dibaca Rasulullah saw pada akhir tahun tersebut:

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

 

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

 

Artinya : Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

 

Kemudian memasuki awal tahun, kita juga perlu membaca doa, agar pada tahun mendatang kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.  Doa awal tahun ini dibaca sebanyak tiga kali di malam 1 Muharram.

 

Berikut ini doa Rasulullah saw di awal tahun, yang juga dicantumkan Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar, seperti dikutif dari “Ini Doa Rasulullah saw di Awal Tahun”.

 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

 

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

 

Artinya : Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

 

Semoga Allah swt meringankan langkah kita ke depan menuju kebaikan dunia maupun akhirat. Dan baiknya, doa yang kitya baca ini disertai dengan dengan amalan lain seperti puasa, khataman, sema’an Al-Quran, sedekah, atau perbuatan positif lainnya.


Syiar Terbaru