• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Seni Budaya

Lesbumi Gelar Kaderisasi Astawikrama, Hidupkan Seni Budaya yang ‘Mati Suri’ Karena Globalisasi

Lesbumi Gelar Kaderisasi Astawikrama, Hidupkan Seni Budaya yang ‘Mati Suri’ Karena Globalisasi

JAKARTA – Pengurus Pusat (PP) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU menggelar kaderisasi bertajuk ‘Asrama Saptawikrama (Astawikrama)’ di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2020) kemarin.

Kaderisasi ini merupakan yang perdana digelar PP Lesbumi. Tujuannya, untuk memperkuat ideologi Ahlusunah wal Jamaah an-Nahdliyah para pegiat seni budaya dan sejarawan Islam di lingkungan Lesbumi PBNU. 

Ketua Lesbumi PBNU Prof Dr. KH Ng. Agus Sunyoto menjelaskan, pada kaderisasi ini,  seluruh peserta ditatar agar menjadi kader NU yang memahami akar budaya, seni dan sejarah. 

Pengurus Lesbumi PWNU Lampung yang hadir di Astawikrama

Kiai Agus menjelaskan,  Astawikrama bertujuan menjadikan kader Lesbumi dinamisator kegiatan kebudayaan di seluruh Indonesia. Upaya itu sebagai respons mewabahnya tantangan globalisasi yang mengancam punahnya identitas bangsa. 

"Kita kan sedang menghadapi globalisasi di mana proses global akan menghilangkan identitas lokal. Karena itu identitas kita harus diperkuat disitu," katanya, dalam rilis yang diterima redaksi nulampung.or.id.

Agar identitas bangsa tak hilang maka Lesbumi di daerah diharapkan terus menghidupkan seni budaya yang ‘mati suri’ karena pengaruh global. Misalnya menggerakkan lagi seni tradisi dan budaya seperti gembang, sidor sintren, dan tradisi kesenian lain yang ada di masing-masing daerah.  "Karena target kita anak muda maka tentu kesenian itu kita kembangkan ke format baru," tuturnya. 

Hadir pada kegiatan kaderisasi tersebut jajaran pengurus PBNU dan perwakilan Lesbumi PW dan PCNU dari Sabang sampai Merauke. Jumlahnya mencapai 56 orang dari perwakilan Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Lampung.

Dari jumlah itu, Lampung mengirimkan peserta terbanyak, yakni 20 kader. Termasuk Ketua Lesbumi PWNU Lampung, Dr. H. Musthopa Wagianto, SH,MH dan Sekretaris Dr. (Can) Khoirul Anwar, M.Pd.I. Kegiatan itu sendiri berlangsung hingga tiga hari.  (saf)


Editor:

Seni Budaya Terbaru