• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Pemerintahan

Di Pembukaan Munas Alim Ulama, Ketum PBNU Sorot Rekrutmen Terorisme via Internet dan Kekejian KKB di Papua

Di Pembukaan Munas Alim Ulama, Ketum PBNU Sorot Rekrutmen Terorisme via Internet dan Kekejian KKB di Papua
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes 2021
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam Pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes 2021

Jakarta, NU Online Lampung
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj mengatakan pentingnya ikhtiar dalam melindungi jiwa dan dari terorisme dan paham jihadis. Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021, Sabtu (25/9/2021).


Menurutnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencium sel terorisme masih hidup dan aktif melakukan rekrutmen fasilitas internet dan melalui media sosial selama pandemi. Mereka juga aktif melakukan fundraising (penggalangan dana) berkedok penggalangan dana kemanusiaan.


Dilansir dari BNPT.go.id, Ketua BNPT RI Boy Rafli Amar mengatakan, aktivitas di internet yang dilakukan teroris, sangat mudah dilakukan dan malah lebih efektif dalam mendoktrin generasi muda untuk mendukung ideologi mereka dan kemudian ikut melakukan aksi teror. Contohnya, kasus wanita muda yang menyerang Mabes Polri beberapa waktu lalu. Diduga ia terpapar ideologi ISIS dari internet.


"Golongan ini juga menyalahgunakan kotak-kotak amal untuk merekrut generasi muda atau kaum milineal," ungkap Ketua Umum PBNU, Kiai Said.

 

Kotak amal yang seharusnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, ternyata digunakan oleh organisasi terlarang terorisme.

 

NU juga mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum yang melumpuhkan sel-sel Jama'ah Islamiyah (JI) dan Jama'ah Anshorut Daulah (JAD), dengan menangkap Abu Rusydan yang merupakan salah satu pentolan jaringan Jama'ah Islamiyah dan menembak mati Ali Kalora yang merupakan pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
 

Menurutnya, penangkapan dan penembakan kelompok teroris tersebut merupakan ikhtiar jiwa dan raga atau hifzh nafs (menjaga jiwa) bangsa Indonesia dari ancaman terorisme dan paparan ideologi jihadis.

 

"NU juga mendesak pemerintah untuk menindak tegas aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membunuh dan menganiaya tenaga kesehatan (Nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

 

“Negara tidak boleh kalah oleh aksi brutal kelompok kriminal yang telah menyerang dan membunuh aparat keamanan, membakar puskesmas, merusak kantor bank, gedung sekolah dasar, dan pasar," katanya. (Dian Ramadhan)

 

 

 


Editor:

Pemerintahan Terbaru