• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 2 Desember 2022

Opini

Haji, Pandemi, dan Menjamurnya Aplikasi

Haji, Pandemi, dan Menjamurnya Aplikasi
Jamaah Haji Asal Indonesia
Jamaah Haji Asal Indonesia

Oleh : Pairozi


Momen akbar nan sakral, pelaksanaan ibadah haji yang hanya datang satu kali dalam satu tahun, senantiasa di nanti dan di rindukan oleh jutaan umat Islam di seantero jagat raya ini. Titik mangsa perjalanan ibadah haji terus mengalami perubahan dan perkembangan menuju arah yang lebih baik. Inovasi teknologi mempermudah dan terus diadopsi dengan mempertimbangkan asas manfaat bagi Jamaah Calon Haji dari tahun ke tahunnya. 


Bemula ketika pelaksanaan ibadah haji tahun 2018, calon jamaah haji dikenalkan dengan aplikasi Haji Pintar. Sebuah aplikasi yang memberikan kemudahan umat Islam mendapatkan informasi tentang banyak hal terkait dengan haji. Dalam aplikasi ini terdapat 10 fitur utama yang disediakan guna memudahkan jamaah mengakses informasi seputar pelaksanaan ibadah Haji. Di antaranya, mempermudah para calon jamaah mendaftarkan diri secara online, melihat waktu dan tahun keberangkatannya. Dan pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2022 ini, terdapat satu fitur tambahan yaitu Kartu Jamaah Haji Elektronik ber-barcode.


Terlebih pada pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2022 ini, jamaah calon haji juga dikenalkan dengan  aplikasi Tawakkalna. Aplikasi dari Arab Saudi yang berfungsi untuk melakukan janji temu yang aman dari infeksi Covid-19, layanan vaksin, layanan pendidikan, layanan haji dan umrah, hingga layanan dompet digital atau e-wallet. Aplikasi ini merupakan aplikasi resmi dan legal yang dikeluarkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan Kerajaan Saudi Arabia.


Pemanfaatan teknologi juga dilakukan dalam proses rekrutmen Petugas Haji Daerah mulai dari mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi. Peserta juga harus mengakses Link pendaftaran yang sangat mirip dengan aplikasi My-SAPK bagi para PNS/ASN. Pada step berikutnya yaitu saat mengikuti tes, para calon petugas haji bisa mengakses soal tes, simulasi tes yang pelaksanaannya juga melalui Aplikasi Petugas yang dikeluarkan oleh panitia.


Ketika berada di Madinah khususnya di Masjidil Haram, aplikasi juga tak lepas dari tangan para jamaah. Saat akan Masuk Raudhah, tempat shalat dan berdoa yang menjadi favorit di Masjid Nabawi, jamaah pun dihadapkan dengan Aplikasi. Aplikasi اعتمرنا (I’tamarna). I’tamarna merupakan aplikasi yang jika jamaah telah mendownloadnya dan mengaktivasi aplikasi tersebut dengan identitas diri, Nomor Induk Kependudukan (NIK) kemudian memasukkan nomor Visa, maka di saat ingin beribadah di dalamnya cukup dengan memperlihatkan aplikasi tersebut. 


Selain memakai aplikasi I’tamarna, terkadang dengan memperlihatkan Sertifikat Vaksin Internasional yang ada di aplikasi Peduli Lindungi atau dengan Kartu jamaah juga diizinkan untuk masuk Raudhah. Ada kalanya ukup dengan membawa dan memperlihatkan data manifes Pesawat juga diperbolehkan. Dalam hal kesehatan, Buku Kesehatan Jamaah haji pun mengalami perubahan menjadi kartu kesehatan jamaah haji elektronik berbarcode.  


Di saat semua JCH harus berhadapan dengan sekian banyak aplikasi, di situlah peran para petugas haji sangat dibutuhkan. Mereka harus turun tangan langsung melayani, membantu, menjelaskan, mengunduhkannya setiap saat. Bagi para jamaah yang memang sudah akrab dengan aplikasi di medsos memang tidaklah mengalami kesulitan berarti. Namun bagi para JCH yang lain, aplikasi-aplikasi ini merupakan sesuatu yang ribet, njelimet, dan bikin mumet. Sehingga harus berkomunikasi dengan para petugas haji maupun satgas Covid -19 dari daerahnya masing-masing. 


Pengalaman menarik pernah dialami oleh Jamaah dari Lampung Barat. Suatu malam saat ingin beribadah di Raudhah, ketika Jamaah yang lain sudah diperbolehkan masuk, ia tidak diperbolehkan dengan alasan yang kurang bisa dipahami. Karena para Askar (polisi) menjelaskan dengan bahasa Arab, secara reflek beliau mengacungkan tangannya dan menyebutkan kata-kata “Indonesia.... Indonesia.... Indonesia, Jokowi.... Jokowi... Jokowi......”. Ternyata kata-kata itu ditanggapi oleh Askar dan diperbolehkan masuk Raudhah.


Penulis adalah Petugas Haji Daerah Lampung Barat Tahun 2022/ Ketua Pergunu Lampung Barat
 


Opini Terbaru