• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Sabtu, 18 Mei 2024

Warta

Momentum Hari Raya Idul Fitri, KMNU Unila Sowan ke PCNU Pesawaran

Momentum Hari Raya Idul Fitri, KMNU Unila Sowan ke PCNU Pesawaran
KMNU Unila saat sowan ke Ketua PCNU Pesawaran, Senin (15/4/2024) (Foto: Istimewa)
KMNU Unila saat sowan ke Ketua PCNU Pesawaran, Senin (15/4/2024) (Foto: Istimewa)

Pesawaran, NU Online Lampung

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) menggelar silaturahim dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pesawaran di momentum perayaan Idul Fitri, Senin (15/4/2024).


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Pengurus Pusat KMNU yang sudah terprogram setiap tahunnya untuk mengagendakan sowan ke tokoh ulama NU di daerah masing-masing dalam tajuk kegiatan yang bernama KMNU Sowan Ulama Penjuru Nusantara (KSUPN).


Agenda silaturahim ini difokuskan kepada jajaran kepengurusan PCNU Pesawaran di antaranya Kiai Ahmad Ulinnuha, Kiai Jawahir, Kiai Nursalim Yunus, dan KH Rusydi Ubaidillah Abror.


Ketua PCNU Pesawaran, Kiai Ahmad Ulinnuha berpesan kepada para mahasiswa terkhusus KMNU untuk senantiasa menghidupkan amaliah NU di kampus karena hal tersebut sebagai ruhnya organisasi KMNU.


“Setiap organisasi pastinya ada pergerakan. Setiap pergerakan membutuhkan ruh. Ruhnya NU di kampus adanya di KMNU. Oleh karenanya, hidupilah kegiatan NU di kampus,” kata pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Sukaraja, Gedong Tataan itu.


Ia juga berpesan untuk senantiasa berkolaborasi dengan organisasi NU di kampus, terutama untuk menguatkan arah gerak ke depan yang lebih baik.


Mustasyar PCNU Pesawaran, Kiai Nursalim Yunus menyampaikan, turut senang karena masih ada mahasiswa yang tetap eksis mempertahankan akidah Aswaja di lingkungan kampus. 


“Semoga selalu istiqamah dan diberikan barakah dalam menjalankan amanah. Insyaallah NU akan semakin berkembang dan maju dengan anak muda sebagai generasi penerusnya,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shidiqiyah, Bagelen, Gedong Tataan.


Selaras dengan hal tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Raudhotul Huda Al-Islamy Negeri Katon, Kiai Jawahir menyampaikan agar senantiasa mantap dan yakin dalam membawakan amaliah NU di kampus.


“Mantap dan yakin, insyaallah organisasi ini diridhai Allah, karena pada dasarnya didirikan oleh para waliyullah. Jangan ragu, Insyaallah nasihat dari ulama walaupun sedikit tapi manfaatnya besar,” kata Katib Syuriyah PCNU Pesawaran tersebut.


Selanjutnya, nasihat dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pesawaran KH Rusydi Ubaidillah Abror menyampaikan, kepada para generasi muda NU untuk berjuang pula di media sosial dalam ikhtiar meredam dan membentengi dari hal-hal yang merusak dan menyebabkan perpecahan.


“Mahasiswa NU juga harus bisa mengcover pemberitaan di medsos yang berbau hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan. Terutama adalah menjaga dan melindungi ulama dari fitnahan dan pemberitaan yang tidak benar,” kata Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat, Gerning, Tegineneng,


Acara ini selain ajang silaturahim, juga untuk mendekatkan mahasiswa NU kepada ulama, agar nantinya ikatan batin mahasiswa dengan ulama bisa kuat dan kokoh. Sehingga para pejuang Aswaja di kampus dapat memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat sekitar.

(Hafidz Fatur Rahman)
 


Warta Terbaru