• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Warta

Anjuran Doa Tolak Bala pada Malam 1 Muharram

Anjuran Doa Tolak Bala pada Malam 1 Muharram
Doa bersama malam 1 Muharram di Pondok Pesantren Al Hikmah Bandar Lampung
Doa bersama malam 1 Muharram di Pondok Pesantren Al Hikmah Bandar Lampung


Bandar Lampung, NU Online Lampung
Pondok Pesantren Al Hikmah, Kedaton, Bandar Lampung, mengadakan istighotsah dan pembacaan Maulid Nabi Simtudduror dalam rangka hari lahir (harlah) Al Hikmah yang ke- 26. Kegiatan itu dilaksanakan di lapangan utama Al Hikmah, Jumat (29/7/2022) malam. 

 

Selain memperingati harlah,  Pesantren Al Hikmah juga membuat tumpeng dan membaca doa tolak bala, yang tujuannya untuk meminta kepada Allah, agar dijauhkan dari segala marabahaya. 

 

Pengasuh Pesantren Al Hikmah, KH Basyaruddin Maisir mengatakan, doa tolak bala pada malam 1 Muharam (1 Syura) merupakan ajaran para ulama saleh. 

 

"Kita mengamalkan dari ulama saleh, bahwa pada malam tanggal 1 sampai 10 Muharram  dianjurkan untuk tolak bala yakni dengan berdoa dan makan tumpeng," katanya. 

 

Kiai  Maisir yang juga Katib Aam PWNU Lampung itu mengungkapkan bahwa pembuatan tumpeng tersebut merupakan ajaran dari Kiai Dalhar Watu Congol sebagai wasilah atau doa yang dibendakan. 

 

"Pembuatan tumpeng ini mendapat ijazah dari Mbah Dalhar Watu Congol, yang isinya mengandung bubur merah putih, sayur lodeh dari tujuh macam sayuran, urap dengan telur ayam kampung, dan ditambah dengan peyek kedelai hitam, " paparnya. 

 

Mbah Dalhar, sambung Kiai Maisir, jika berdoa banyak menggunakan bahasa lokal dan membuat wasilah atau perantara benda-benda. 

 

 "Mbah Dalhar kalau berdoa menggunakan bahasa Jawa dengan istilah-istilah seperti ini, yang tujuannya juga untuk shadaqah dalam rangka tolak bala serta ditambah dengan Qunut Nazilah," katanya. 


Acara tersebut dihadiri oleh segenap keluarga besar Pesantren Al Hikmah, serta para santri, alumni dan masyarakat setempat yang antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir. 

 

Di sela-sela acara, semua yang hadir diberi susu putih karena mengikuti ajaran dari Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki dengan harapan agar selama satu tahun hidup ke depan, kehidupan bisa seperti susu, putih bersih dan selalu berbuat baik.

(Yudi Prayoga)


Warta Terbaru