• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Warta

6 Pola Hidup Sehat Cegah Penyakit Hepatitis Akut

6 Pola Hidup Sehat Cegah Penyakit Hepatitis Akut
Ilustrasi penyakit hepatitis akut
Ilustrasi penyakit hepatitis akut

Bandar Lampung, NU Online Lampung
Berbagai cara harus dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis akut yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Protokol kesehatan pun harus diterapkan sebagaimana diadopsi dalam pencegahan penyakit Covid-19.

 

Hal itu dikemukakan oleh dr Khairunnisa Berawi, Sekretaris Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Provinsi Lampung. “Pola hidup sehat dengan penerapan gizi seimbang harus diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya  kepada NU Online Lampung, Sabtu (14/5/2022).

 

Dr Nisa, sapaan akrabnya, mengatakan, setidaknya ada enam pola hidup sehat yang bisa diterapkan.


1. Diet seimbang di mana komposisi makronutrien yaitu karbohidrat, lemak dan protein, dikombinasi dengan makanan sumber vitamin  dan mineral, serta buah-buahan dan sayuran kaya antioksidan, harus menjadi menu harian.

 

2. Aktivitas fisik termasuk olahraga rutin untuk menjaga sirkulasi darah, serta kerja jantung dan paru yang optimal. 

 

3. Manajemen stres yang baik dan tidur yang cukup untuk mengoptimalkan kinerja saraf dan hormon. 

 

4. Asupan cairan yang cukup disarankan air putih dan matang dengan dosis minimal 30 cc perkilogram berat badan dan dibagi dalam beberapa kali minum, ataupun termasuk dari sumber makanan dan minuman.

 

5. Bagi orang tua yang memiliki anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun diwajibkan  menjaga kewaspadaan dan deteksi dini serta  pengelolaan kesehatan anak-anak yang baik dan optimal.

 

6. Jalani pola hidup sehat yang ramah fungsi hati dengan cara makan teratur sesuai takaran seimbang dan cukup. Kurangi makanan berlemak untuk menghindari beban kerja hati, berjemur di bawah sinar matahari untuk mengoptimalkan vitamin D dan serapan kalsium untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Dr Nisa menjelaskan, hepatitis merupakan peradangan hati yang jarang diidap anak yang sehat. Sedangkan dari hepatitis akut yang belum terklasifikasi ini dapat diidap sebagian besar oleh anak yang sebelumnya sehat atau tidak ada penyakit lain. 

 

“Sebaran kasus terdiri dari rentang usia di bawah 5 tahun yang belum mendapat vaksinasi Covid-19. Sehingga perlu ada riset lebih lanjut tentang kaitan antara hepatitis akut ini dengan vaksin Covid-19,” kata Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung itu. 


Sebelumnya Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan terdapat 18 kasus bergejala hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya (acute hepatitis unknown etiology) di Indonesia.

 

Di Indonesia sampai saat ini ada 18 kasus yang bergejala yang disebut dengan acute hepatitis unknown etiology," ujar Mohammad Syahril dalam konferensi pers Update Perkembangan Kasus Hepatitis Akut di Indonesia yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat, 13 Mei 2022.

 

Ia mengemukakan, 18 kasus bergejala hepatitis akut itu terdiri atas 1 kasus dengan klasifikasi kemungkinan hepatitis akut (probable), 9 kasus masih dalam pemeriksaan laboratorium (pending), 7 kasus dengan klasifikasi dibuang (discarded), dan 1 kasus dalam verifikasi.

 

 “Dari 18 kasus itu terdapat 7 pasien yang meninggal. Namun, penyebab meninggal belum dipastikan akibat hepatitis akut, sebab pasien meninggal dirujuk ke rumah sakit dalam keadaan gejala parah,” katanya.

 

Ke-18 kasus bergejala hepatitis akut itu tersebar di tujuh provinsi yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur masing-masing satu kasus, dan DKI Jakarta sebanyak 12 kasus.


Warta Terbaru