Ila Fadilasari
Penulis
Sudah menjadi tradisi, jelang Lebaran Idul Fitri masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan ke kampung halaman atau yang dikenal dengan istilah mudik. Lebaran menjadi momen silaturahim dan melepas rindu pada keluarga dan kerabat yang sudah lama tak berjumpa.
Selain mempersiapkan perabotan dan oleh-oleh yang hendak dibawa, serta mempersiapkan kendaraan bagi mudik menggunakan kendaraan pribadi, tak kalah penting adalah membaca doa perjalanan. Agama Islam menganjurkan kita untuk berdoa kepada Allah agar diberi kelancaran dan keselamatan sepanjang perjalanan.
Berikut doa yang dapat dibaca saat hendak berkendara untuk mudik atau perjalanan pada umumnya.
1. Bismillah
Baca Juga
Makna Spritualitas Mudik Lebaran
2. Lalu membaca doa berikut:
الحَمْدُ للهِ/سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.
Artinya: Segala puji bagi Allah/maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami.
3. Alhamdulillāh (3 kali).
4. Allāhu akbar (3 kali).
5. Kemudian membaca doa berikut:
سُبْحَانَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.
Artinya: Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Doa ini disampaikan oleh Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar. Ia mengutip riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai dari Sayyidina Ali ra terkait doa berkendaraan. (Imam an-Nawawi, al-Adzkar, 1971: 188).
Dalam praktiknya, orang sering menyingkat doa di atas hanya membaca nomor satu yaitu membaca basmalah dan nomor dua yaitu membaca Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.
Selain serangkaian bacaan di atas, pemudik juga bisa membaca surat Al-Ikhlash saat perjalanan sebagaimana disebutkan dalam tulisan NU Online.
Berikut bacaan lengkap Surat Al-Ikhlash:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4
Qul huwallâhu aḫad. Allâhush shamad. Lam yalid, wa lam yûlad. Wa lam yakullahû kufuwan aḫad.
Artinya: Katakanlah, “Dialah Allah yang esa. Dia tempat bergantung. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Tiada satu pun yang menyamai-Nya.
Semoga perjalanan kita lancar, aman, dan menyenangkan. Sehingga pada lebaran nanti dapat berjumpa dengan sanak saudara di kampung halaman serta mempererat silaturahim.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Setelah Ramadhan, Apa yang Perlu Kita Lakukan?
2
Sejarah dan Makna Keutamaan Hari Raya Idul Fitri
3
Penjelasan Hukum Mengucap Selamat Hari Raya Lebaran Idul Fitri
4
Khutbah Jumat: Puasa Syawal, Menutup Kekurangan di Bulan Ramadhan
5
Mana yang Utama, Qadha Ramadhan atau Puasa Sunnah Syawal?
6
Khutbah Jumat: Pasca Ramadhan, Saatnya Menata Hidup dan Konsisten dalam Kebaikan
Terkini
Lihat Semua