• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Pendidikan

Mantapkan Adab, IPNU-IPPNU UIN Raden Intan Lampung Istiqomah Gelar Kajian Kitab Washoya

Mantapkan Adab, IPNU-IPPNU UIN Raden Intan Lampung Istiqomah Gelar Kajian Kitab Washoya
Lohp IPNU=IPPNU UIN Raden Intan Lampung
Lohp IPNU=IPPNU UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung, NU Online - Sebagai pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU-IPPNU UIN Raden Intan Lampung Istiqomah menggelar kajian Kitab Washoya. Ini dilakukan menyusul ‘tipisnya’ etika generasi muda saat ini.

Kajian kitab Washoya rutin diselenggarakan setiap malam minggu dengan Pemateri Dr. Abdul Qodir Zaelani, S.H.I., M.A yang merupakan akademisi UIN Raden Lampung sekaligus Pimpinan Redaksi MUI Lampung Online.

Pada pekan ini, Sabtu (18/09/2021), melanjutkan pembahasan beberapa bab. Salah satunya yakni adab majelis dan kuliah, yang dinilai sangat penting dalam kehidupan mahasiswa.
Dr. Abdul Qodir menjelaskan beberapa adab majelis dan kuliah yang terdapat dalam Kitab Washoya yakni:

Pertama, apabila engkau bertemu dengan sekelompok orang maka ucapkanlah salam.
Kedua, janganlah engkau memasuki ruangan  kecuali  setelah  meminta  izin.

Ketiga, bila engkau diundang menghadiri suatu majelis (pertemuan), sedang engkau termasuk orang yang berusia muda di antara yang hadir, jangan engkau duduk sebelum engkau  dipersilahkan.

Keempat,  jangan engkau mendahului membuka pembicaraan dengan orang yang lebih utama darimu. Bila engkau berbicara, hendaklah hanya yang haq dan jangan engkau melebih-lebihkan pembicaraan.

Kelima, hindarilah tertawa terbahak-bahak dalam ruang pertemuan, karena hal itu termasuk adab yang rendah dan perbuatan yang hina dalam pandangan orang.

Keenam, janganlah engkau berteman, kecuali dengan orang yang wara’ (dalam ilmunya), orang yang mulia, orang yang ‘iffah (menjaga diri dari sesuatu yang haram) dan yang sempurna akhlaqnya.

Ketujuh, jangan berteman dengan pengumpat dan pengadu domba atau dengan orang-orang fasik dan orang-orang yang berebihan dalam ucapan dan perbuatan.

Kedelapan, jauhi olehmu berteman dengan orang-orang yang berakhlaq rendah, suka mengada-ngada, munafik dan sejenisnya. Sebab akhlaq yang rendah akan berpengaruh terhadap orang lain. (Saibani)

 


Editor:

Pendidikan Terbaru