• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 9 Desember 2022

Pemerintahan

Jika Pemerintah Terus Menambah Hutang, PBNU Ingatkan Krisis Ekonomi Negara di Masa Mendatang

Jika Pemerintah Terus Menambah Hutang, PBNU Ingatkan Krisis Ekonomi Negara di Masa Mendatang
Ketum PBNU KH Sa’id Aqil Siradj saat memberi sambutan dalam Munas Alim Ulama dan Konbes di Jakarta,
Ketum PBNU KH Sa’id Aqil Siradj saat memberi sambutan dalam Munas Alim Ulama dan Konbes di Jakarta,

Jakarta, NU Online

 

Meningkatnya jumlah hutang negara telah menyebabkan kecemasan bagi sebagain besar masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, sejak tahun 2019 hingga tahun 2021, hutang Negara telah bertambah ribuan triliun, yakni dari Rp 4.778 triliun pada 2019 menjadi Rp6.074 triliun di 2021.
 

 

Hingga saat ini Indonesia belum lepas dari kurungan pandemi Covid-19 yang terus menerus menggerus kekuatan ekonomi bangsa, sehingga tidak menutup kemungkinan hutang negara akan terus bertambah.
 

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sa’id Aqil Siradj mengingatkan pemerintah agar berhati-hati  atas kenaikan jumlah hutang tersebut.

 

Ia mengatakan, pemerintah seharusnya memiliki cara jitu agar hutang negara tidak terus bertambah. Sebab besarnya tingkat hutang negara akan menyebabkan krisis ekonomi di masa yang akan datang.

 

“Pengendalian hutang yang baik sangat diperlukan agar Indonesia tidak masuk dalam jerat hutang dimasa depan,” ujar alumni Universitas King Abdul Aziz pada sambutan pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021 di Jakarta, Sabtu (25/09/2021).
 

Selain itu, berkaitan dengan hutang negara, KH Sa’id Aqil Siradj juga mengingatkan pemerintah untuk menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan tepat guna dan tepat sasaran.

“Jangan sampai dengan dalih pandemi uang negara dihamburkan tanpa pertanggungjawaban,” ucapnya.
 

Sebab di tengah besarnya beban pemerintah dalam menangani permasalahn ekonomi, tidak menutup kemungkinan terdapat oknum yang memanfaatkannya demi kepentingan pribadi.
Dengan penggunaan yang tepat guna dan tepat sasaran maka akan memperbaiki kualitas ekonomi bangsa. Lebih lanjut, pemanfaatan dana PEN dengan maksimal juga akan menghambat pertumbuhan hutang atau bahkan menurunkannya, sehingga dapat mengurangi beban negara di masa yang akan datang.
 

Selanjutnya, demi mengembalikan situasi bangsa yang tengah porak-poranda karena Covid-19, ia juga menegaskan bahwa NU akan terus mendukung upaya pemerintah dengan memberikan contoh melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam lingkup pribadi maupun organisasi.

 

“NU mendukung sepenuhnya, dan mensemai langkah-langkah upaya pemerintah, dari hulu hingga hilir dalam upaya penanganan Covid-19,” pungkasnya. (M. Khoirul Wildan)
 

 

 


Editor:

Pemerintahan Terbaru