Shalawat merupakan doa atau pujian yang disampaikan oleh umat Islam kepada Nabi Muhammad saw. Dalam Islam, membaca shalawat merupakan bentuk cinta, penghormatan, dan permohonan kepada Allah swt agar memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad saw.
Membaca shalawat bisa dilakukan di manapun dan kapanpun, asalkan tetap terhormat. Salah satunya di malam Jumat. Dalam tradisi Islam di Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama (NU) membaca shalawat sering dilakukan di malam tersebut, baik secara personal, kolektif, maupun dengan beragam tradisi keagamaanya, seperti pada yasinan, manaqiban, istighozah, dan sebagainya.
Membaca shalawat di malam Jumat ternyata memiliki dalil dari hadits Rasulullah saw, beserta dengan faedahnya.
Dilansir dari NU Online berikut tiga dalil membaca shalawat dan faedahnya:
1. Dibalas 10 kali lipat
Orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad saw akan dibalas 10 kali lipat dari Allah swt. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, bahwa Rasulullah memerintahkan umat Islam agar memperbanyak bacaan shalawat di hari Jumat dan malam Jumat dan akan dibalas 10 kali lipatnya:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أكثروا عليَّ من الصَّلاةِ في يومِ الجمعةِ وليلةِ الجمعةِ ، فمَن صلّى عليّ صلاةً صلّى الله عليه عشرًا. (رواه البيهقي)
Artinya: Rasulullah bersabda, perbanyaklah kalian untuk bershalawat kepadaku di hari Jumat dan Malam Jumat. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku (Nabi Muhammad) sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali (HR Imam Baihaqi).
2. Dekat dengan Rasulullah saw
Imam Baihaqi juga meriwayatkan sebuah hadits yang menegaskan bahwa orang yang banyak bershalawat akan mendapatkan kedudukan yang dekat dengan Rasulullah:
وقال صلى الله عليه وسلم : أكثروا عليَّ من الصَّلاةِ يومَ الجمعةِ ؛ فإنَّ صلاةَ أمّتي تُعرضُ عليّ في كلّ يومِ جمعةٍ ، فمن كان أكثرهم عليّ صلاةً كان أقربهم منّي منزلةً. (رواه البيهقي)
Artinya: Rasulullah bersabda, Perbanyaklah kalian untuk bershalawat kepadaku di hari Jumat. Karena sesungguhnya shalawatnya umatku itu disetorkan kepadaku setiap hari Jumat. Barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, maka dia akan mendapatkan kedudukan yang paling dekat denganku (HR Imam Baihaqi).
3. Memperoleh Syafaat
Hadits lain yang diriwayatkan Imam Baihaqi menyebutkan bahwa orang yang banyak membaca shalawat di hari Jumat dan malam Jumat, Rasulullah akan menjadi saksi dan memberikan syafaat baginya di hari kiamat nanti:
وقال صلى الله عليه وسلم : أكثروا عليَّ من الصَّلاةِ يومَ الجمعةِ وليلةِ الجمعةِ ، فمَن فعل ذلك كنتُ له شهيدًا وشفيعًا يومَ القيامةِ. (رواه البيهقي)
Artinya: Rasulullah bersabda, perbanyaklah kalian untuk bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barangsiapa yang melakukan hal itu, aku akan menjadi saksi baginya dan memberikan syafaat padanya di hari kiamat (HR Imam Baihaqi).
Menurut Imam Ibnu Hajar al-Haitami, bahwa menyibukkan diri untuk membaca shalawat di hari Jumat dan malam Jumat itu pahalanya lebih besar daripada menyibukkan diri untuk membaca Al-Qur’an, kecuali surat Al-Kahfi:
وقال ابن حجر في كتابه [الدر المنضود] عن بعضهم : إنّ الإشتغال بها يوم الجمعة وليلتها أعظم أجرًا من الإشتغال بتلاوة القرآن، ما عدا سورةَ [الكهف] لنصِّ الحديث على قراءتها ليلة الجمعة ويومها. (أفضل الصلوات على سيد السادات – ص: 94)
Artinya: Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya ‘ad-Dur al-Mandhud’ menyatakan bahwa sesungguhnya menyibukkan diri untuk membaca shalawat di hari Jumat dan malam Jumat itu memiliki pahala lebih besar daripada menyibukkan diri untuk membaca Al-Qur’an kecuali yang dibaca adalah surat Al-Kahfi, sebab adanya keterangan pada hadits untuk membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat dan hari Jumat (al-Imam al-‘Allamah Yusuf bin Ismail an-Nabhani, Afdhalu as-Shalawati ‘ala sayyidi as-Sadat, halaman 94).
Bahkan Imam Syafi’i pun sangat menyukai untuk memperbanyak bacaan shalawat di setiap waktu, terutama pada saat malam Jumat dan hari Jumat, hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh al-Hafizh as-Sakhawi:
وقال الحافظ السخاوي : قال إمامنا الشافعي رضي الله عنه : أحبُّ كثرةَ الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في كلِّ حال ، وأنا في ليلة الجمعة ويومها أشدُّ استحبابًا. (أفضل الصلوات على سيد السادات – ص: 94)
Artinya: al-Hafizh as-Sakhawi berkata, Imam Syafi’i pernah menyatakan bahwa, saya suka untuk banyak membaca shalawat kepada Nabi saw di setiap waktu, dan yang paling saya sukai adalah pada saat malam Jumat dan hari Jumat (an-Nabhani, Afdhalu as-Shalawati: 94).
Demikianlah dalil dan faedah membaca shalawat di malam dan hari Jumat. Semoga kita semua bisa mengamalkan dengan istikamah di setiap malam dan hari Jumat.