• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 2 Desember 2022

Warta

UIN Raden Intan Lampung Siap Ajukan KH Ahmad Hanafiah sebagai Pahlawan Nasional

UIN Raden Intan Lampung Siap Ajukan KH Ahmad Hanafiah sebagai Pahlawan Nasional
Pelaporan hasil sumber lapangan perjuangan KH Ahmad Hanafiah kepada Dinas Sosial Provinsi Lampung
Pelaporan hasil sumber lapangan perjuangan KH Ahmad Hanafiah kepada Dinas Sosial Provinsi Lampung

Bandar Lampung, NU Online Lampung

Tim pengusul ajuan gelar pahlawan nasional KH Ahmad Hanafiah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung berkunjung ke Kantor Dinas Sosial Provinsi Lampung dalam rangka melaporkan hasil penelusuran sumber di lapangan terkait jejak perjuangan KH Ahmad Hanafiah, pada Jumat (24/6/2022).


Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur beserta jajaran, Ketua Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Lampung beserta pengurus, pihak ahli waris yang diwakili Masputra cucu KH Ahmad Hanafiah, dan tuan rumah acara bedah hasil riset lapangan yakni Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung. 


Ketua Tim peneliti ajuan Gelar Pahlawan Nasional dari UIN Raden Intan Lampung KH Ahmad Hanafiah, Idrus Ruslan dalam sambutannya mengatakan, tim sudah bekerja keras melacak jejak perjuangan KH Ahmad Hanafiah dari hulu hingga ke hilir. 


“Dari mulai di wilayah Sukadana, Bandar Lampung, Baturaja, sampai ke Arsip Nasional Republik Indonesia penelusuran sudah dilakukan. Kami siap untuk submit dan menyeminarkannya,” ujarnya. 


Selanjutnya sejarawan UIN Raden Intan Lampung sekaligus Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam, Wahyu Iryana memberikan hasil riset lapangannya terkait KH Ahmad Hanafiah termasuk membedah bagaimana biografi dan perjuangan hingga gugur menjadi kusuma bangsa.


Anggota tim peneliti, Abd Rahman Hamid memaparkan, bagaimana seorang tokoh dapat diangkat menjadi pahlawan nasional apa saja syaratnya dan kiprah tokoh tersebut.


“Dalam hal ini KH Ahmad Hanafiah yang mempertahankan setiap jengkal tanah pertiwi. Pengajuan gelar pahlawan berpijak pada kebijakan politik yang berdasar nalar kajian akademik,” ungkapnya. 


Seperti dilansir tulisan NU Online Lampung: KH. Ahmad Hanafiah, Ulama pejuang asal Lampung yang terlupakan, KH Ahmad Hanafiah adalah pejuang kemerdekaan sekaligus ulama berpengaruh dari Kota Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Ia lahir pada tahun 1905 di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Tengah (sekarang menjadi Kabupaten Lampung Timur). 


KH Ahmad Hanafiah adalah putra sulung KH Muhammad Nur, pimpinan Pesantren Istishodiyah di Sukadana yang termasuk menjadi pondok pesantren pertama di Provinsi Lampung. Semasa hidupnya, KH Ahmad Hanafiah telah berjuang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari cengkeraman penjajah di tanah Lampung. 


Semasa hidupnya, ia pernah mengenyam pendidikan pemerintahan di daerahnya, Sukadana. Ia belajar agama Islam kepada ayahnya dan pernah belajar di sejumlah pesantren di luar negeri, seperti di Malaysia dan Makkah maupun Madinah. Semenjak umur lima tahun, KH Ahmad Hanafiah sudah khatam membaca Al-Qur’an. Ayahandanya adalah sosok ulama besar yang lama menimba ilmu di tanah suci, kegemaran menuntut ilmu sang ayah rupanya menurun kepada sosok Ahmad Hanafiah.


KH Ahmad Hanafiah memiliki sejumlah pengalaman, di antaranya pada masa penjajahan Jepang, ia menjadi anggota “chuo sangi kai” di Karesidenan Lampung 1945-1946. Ia pun menjadi ketua partai Masyumi dan pimpinan Hizbullah Kewedanan Sukadana. Lalu, menjadi anggota DPR Karesidenan Lampung  pada tahun 1946 sampai 1947. ia menjadi wakil kepala merangkap kepala bagian Islam pada kantor jawatan Agama Karesidenan Lampung sejak awal 1947.


Puncaknya, KH Ahmad Hanafiah gugur di medan perang dalam upaya mempertahankan kemerdekaan RI dari aggressor Belanda menjelang malam 17 Agustus 1947 di Front Kamerung, Baturaja, Sumatera Selatan. (Rifa'i Aly/Guswa)
 


Warta Terbaru