• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Warta

SBMPTN 2023 Tekankan Tes Skolastik, Ini Cara Meningkatkannya

SBMPTN 2023 Tekankan Tes Skolastik, Ini Cara Meningkatkannya
SBMPTN 2023 akan gunakan tes skolastik
SBMPTN 2023 akan gunakan tes skolastik

Jakarta, NU Online Lampung

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim mengatakan bahwa dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2023 tidak lagi menggunakan tes mata pelajaran. Namun, lebih menekankan pada tes skolastik yang akan menguji kemampuan penalaran hingga pemecahan masalah.

Hal ini mendapatkan respons dari berbagai kalangan, termasuk salah satu dosen konseling di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Hasan Bastomi, yang menyambut baik kabar tersebut.

“Dengan pengubahan sistem seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu lebih baik karena saya melihat ada pengotak-kotakan sejak awal berdasar pada mata pelajaran tertentu, dan justru itu tidak dapat mengembangkan daya pikir anak,” katanya kepada NU Online, Ahad (11/9/2022).

Sehingga dengan sistem baru itu akan membuat anak lebih terbuka luas wawasannya. Selain itu, dalam sistem baru tersebut penilaian keberhasilan anak tidak selalu dikaitkan dengan skor akademik yang diperoleh.

“Jadi, ini dilakukan kemungkinan untuk melihat sejauh mana keberhasilan peserta didik melewati rintangan atau ujian. Oleh karena itu, yang diambil adalah tes skolastik, bukan dilihat dari skor matematika dan mata pelajaran lain,” tuturnya.

Bastomi  mengungkapkan ada cara-cara khusus yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan skolastik, di antaranya:

Pertama, dengan mengembangkan kemampuan dalam membaca. Karena dengan membaca seseorang terbuka wawasannya.

Kedua, dengan melatih kemampuan berhitung. Ini tetap menjadi hal yang mendasar untuk dikuasai.

Ketiga, dengan melatih kemampuan inductive reasoning. Yakni penalaran secara induktif terkait kemampuan menangkap pola dari berbagai informasi yang acak.Hal ini dapat dilakukan dengan cara sering berlatih teka-teki silang atau membuat kesimpulan dari data raport yang didapatkan.

Keempat, dengan melatih kemampuan deductive reasoning. Yakni penalaran deduktif yang dilakukan secara logis dengan menggunakan fakta untuk memecahkan masalah. Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak bermain puzzle dan mengamati hal di sekitar secara mendetail.

Menurut Hasan, hal-hal di atas dapat membantu seseorang untuk meningkatkan kemampuan skolastik. Cara-cara tersebut dirasa sederhana dan tidak terlalu menghabiskan biaya banyak.

(Afina Izzati/NU Online)


Warta Terbaru