• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Teras Kiai

Jejak Wali Timbas di Buyut Baru Lampung Tengah

Jejak Wali Timbas di Buyut Baru Lampung Tengah

LAMPUNG TENGAH - Kabupaten Lampung Tengah memiliki beberapa makam-makam kuno/kramat yang tersebar di beberapa kampung/desa/kecamatan.

Salah satu tokoh pendakwah Islam ini adalah Wali Timbas atau Syekh Imam Ahmad atau Panglima Timbas, atau Senopati Sangjaya atau Minak Sangjaya Terbanggi Besar. Beliau adalah putra bungsu dari tiga bersaudara. Sulung beliau dikenal dengan nama Prabu Sangjaya,  yang kedua dikenal dengan Syekh Sadatulloh Terbanggi.

Cerita masyarakat Kampung Buyut Baru Kecamatan Seputih Raman ini, menyebutkan bahwa Wali Timbas dahulunya adalah seorang muslim taat, berpengetahuan agama luas dan andil dalam penyebaran Islam di wilayah sekitar dengan haliyah-nya.

Tentang asal usul Wali Timbas berkembang beberapa versi. Pertama, menyebutkan bahwa beliau adalah seorang pendatang muslim asal Banten yang masuk ke wilayah Lampung melalui jalur sungai menggunakan pintu masuk Cabang Gaya Baru (sekarang Kecamatan Bandar Surabaya).

Bersama ketiga saudaranya, mereka menyebarkan ke-Islaman di wilayah Terbanggi Besar dengan haliyah beliau serta menikah dengan salah satu putri asli Lampung Terbanggi. Dan dari adanya pernikahan ini mempercepat proses masuk dan perkembangan Islam di wilayah ini.

Kedua, Wali Timbas merupakan salah satu moyang keturunan Terbanggi Besar yang pernah tinggal dan dimakamkan di daerah pinggiran sungai Way Seputih Lampung Tengah yang dahulunya merupakan satu kesatuan dengan wilayah Terbanggi. Oleh sebab bergesernya arus sungai dikarenakan proses kejadian alam kini masuk wilayah Kecamatan Seputih Raman.

Ketiga, Wali Timbas dikenal sebagai sosok muslim taat, berpengetahuan Islam luas dan menyebarkan Islam dengan haliyah-nya. Ia merupakan salah satu moyang keturunan Sukadana Lampung Timur, meninggal dan dimakamkan di wilayah bantaran sungai Way Seputih, dimana dahulu terdapat perkampungan Bumi Jawa sebelum migrasi ke Gedong Dalam.

Secara geografis, makam Wali Timbas berada di pinggiran sungai Way Seputih Kampung Buyut Baru Kecamatan Seputih Raman pada posisi titik koordinat 4’50 LS dan 105’ 22’ BT, berdekatan dengan makam istri beliau.

Sementara lokasi makam kakak beliau, Prabu Sangjaya, berada bawah rerimbunan pohon bambu sekitar 300 meter dari lokasi makam Wali Timbas, adapun Syekh Sadatulloh dimakamkan di Terbanggi Besar.

Di sisi lain, menurut keterangan Bapak Taufiq, salah satu warga kampung Buyut Baru (dahulu kampung RL) sekaligus salah satu pengurus Ranting NU setempat, sebenarnya posisi makam Wali Timbas yang sekarang terlihat cukup jauh dari perkampungan. Dahulunya justru berada didekat keramaian perkampungan.

Ia masih ingat betul di saat kecil masih melihat perkampungan dekat sungai yang kini telah berpindah, bahkan sempat bermain bersama sebayanya dikawasan perkampungan tersebut. Namun kini kawasan tersebut sudah berubah, beralih fungsi menjadi daerah lahan tanam pertanian/perladangan.

Bapak Taufiq juga mengamini tentang adanya cerita bahwa jalur sungai yang dahulunya lebih dekat ke wilayah Kecamatan Terbanggi Besar. Oleh sebab alam kini bergeser jalur airnya dan lebih dekat sekaligus masuk wilayah Kampung Buyut Baru Kecamatan Seputih Raman. Wallahua’lam.

Kotagajah, Lampung Tengah, 4 Mei 2020

(Saifur Rijal, S.H.I/Ketua PC Lakpesdam NU Lampung Tengah)


Editor:

Teras Kiai Terbaru