• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Selasa, 23 April 2024

Syiar

Nisfu Sya’ban Hari Raya Malaikat, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan

Nisfu Sya’ban Hari Raya Malaikat, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan
Nisfu Sya’ban Hari Raya Malaikat, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan (Ilustrasi foto: NU Online).
Nisfu Sya’ban Hari Raya Malaikat, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan (Ilustrasi foto: NU Online).

Malam pertengahan bulan Sya’ban atau biasa disebut Nisfu Sya’ban yang banyak memiliki keistimewaan disebut juga sebagai hari raya para Malaikat. Berbeda dengan hari raya umat manusia yang pada siang hari, para malaikat memiliki hari raya pada malam hari, yaitu Nisfu Sya’ban, selain Lailatul Qadar.


Ulama KH Sholeh Darat pernah menjelaskan, Malaikat adalah makhluk Allah yang tidak tidur, sehingga hari rayanya malam hari, berbeda dengan manusia. Karena itulah KH Soleh Darat mengajak umat Islam agar beribadah sebanyak-banyaknya pada malam itu. Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam pertengahan bulan Sya’ban itu.


Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam Nisfu Sya’ban, di antaranya Allah swt akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab doa orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan sebagainya.


Pada malam Nisfu Sya’ban, setidaknya ada tiga amalan yang kita lalukan. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.


Pertama, memperbanyak doa.

Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:


ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء


Artinya: (Rahmat) Allah swt turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan) (HR Al-Baihaqi).


Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. 

Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia. Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan:


وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله


Artinya: Seyogianya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.


Ketiga, memperbanyak istighfar. 

Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah swt senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun. Karenanya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya’ban.


Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan:


لاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم


Artinya: Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.


Demikianlah tiga amalan utama di malam nisfu Sya’ban menurut Sayyid Muhammad sebagaimana dilansir dari NU Online. Semoga kita dapat mengisi malam Nisfu Sya’ban pada malam Ahad 24 Februari 2024 mendatang, agar kita menjadi orang yang beruntung.
 


Syiar Terbaru