Syiar

Lafal Niat Shalat Idul Fitri: Imam, Makmum dan Shalat Sendiri

Ahad, 30 Maret 2025 | 11:37 WIB

Lafal Niat Shalat Idul Fitri: Imam, Makmum dan Shalat Sendiri

lafal niat shalat idul fitri: sediri dan berjamaah (Ilustrasi: NU Online)

Shalat Idul Fitri merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal. Pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah, sebagaimana pandangan atau pendapat para ulama dari kalangan mazhab Syafi'i. 

 

Pandangan mazhab Syafi’i ini dikutip dari kitab Nihayatuz Zein karya Syekh M Nawawi Banten:

 

 القسم الثاني من النفل المؤقت وهو ما تسن فيه الجماعة ( صلاة العيدين ) الأصغر والأكبر وهي من خصائص هذه الأمة

 

Artinya: Jenis kedua dari shalat sunnah yang ditentukan waktunya adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah (shalat dua Id, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha). Shalat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad saw (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 106).

 

Sebelum shalat kita diwajibkan mengucapkan niat di dalam hati yang berbarengan dengan pekerjaan. Sedangkan mengucapkan atau melafalkan niat pada lisan hukumnya sunnah. Lafal niat shalat Idul Fitri dibaca sebelum takbiratul ihram. Lafal niat tersebut membantu kekhusyukan kita dalam menata niat di dalam hati.

 

Lafal Niat bagi Imam

Berikut ini adalah lafal niat yang dibaca oleh imam shalat Idul Fitri.

 

 اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

 

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

 

Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah swt.

 

Lafal Niat bagi Makmum

Adapun berikut ini adalah lafal niat yang dibaca oleh makmum shalat Idul Fitri.

 

 اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

 

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

 

Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah swt.

 

Lafal Niat Shalat Sendiri

Lafal niat shalat Idul Fitri yang dilakukan sendirian.

 

 اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

 

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā. 

 

Artinya: Saya niat shalat Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah ta'ala.

 

Orang yang luput shalat Id berjamaah bisa melakukan shalat Id dua rakaat sendirian tanpa perlu jahar dan tanpa khutbah. Bisa di rumah atau di masjid dengan niat tunai (adâ’an).

 

Akan tetapi shalat sunnah Idul Fitri sendiri dengan dua rakaat masih menjadi perdebatan para ulama. Beberapa ulama menganjurkan empat rakaat jika shalat sendiri, ada juga yang mencukupkan dua rakaat saja.  

 

Selengkapnya bisa dilihat dalam kitab Al-Guniyah, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani [Tanpa keterangan tempat, Darul Kutub Al-Islamiyyah: tanpa catata tahun], juz II, halaman 128. Dan kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2013 M/1434 H], cetakan kelima, halaman 204.