PBNU Gelar Munas dan Konbes NU pada September 2023 di Pesantren Al-Hamid Jakarta
Kamis, 10 Agustus 2023 | 12:02 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) pada bulan September 2023 di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jalan Cilangkap Baru No.1, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Keputusan tersebut berdasarkan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Selasa (8/8/2023) di kantor PBNU lantai 8.
āTanggalnya masih akan dikonsultasikan lebih lanjut,ā terang Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni saat ditemui NU Online usai rapat, Selasa. Ā
Lora Amin, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa sesuai dengan anggaran rumah tangga (ART), Munas dan Konbes merupakan forum permusyawaratan tertinggi setelah muktamar, yang diikuti oleh pengurus besar pleno dan pengurus wilayah NU.
āMunas untuk pengurus besar pleno dan syuriyah, sedangkanĀ KonbesĀ untuk pengurus besar pleno dan tanfidziyah,ā jelasnya.
Munas akan membahas berbagai isu kontemporer dari sudut pandang keagamaan. Sedangkan Konbes akan membahas tiga hal.
āYang pertama membahas mengenai kinerja jamāiyah sebagai evaluasi dari pelaksanaan keputusan-keputusan muktamar. Kemudian yang kedua membahas mengenai Peraturan Perkumpulan. Dan yang ketiga membahas mengenai pokok-pokok pikiran dan rekomendasi NU dalam kaitannya dengan berbagai masalah-masalah terkini,ā ucap dia.Ā
Panitia SC dan OC
Amin mengungkap, Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU telah membentuk dan menetapkan kepanitiaan Munas dan Konbes. Steering committee diketuai oleh KH Abdul Ghafur Maimun, wakil ketua H Amin Said Husni, dan sekretaris KH Miftah Faqih.
Sedangkan untuk organizing committee diketuai H Aizuddin Abdurrahman atau Gus Aiz dan sekretaris H Isfah Abidal Aziz. āSusunan dan kelengkapan panitiannya akan segera diterbitkan SK-nya dalam 1-2 hari ini,ā kata Lora Amin.
Tema Munas dan Konbes NU 2023
Pria kelahiran 19 Agustus 1966 itu juga menyebut, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sudah memberikan arahan kepada panitia terkait dengan tema besar dari Munas dan Konbes kali ini.
āTemanya adalah āMendampingi Umat, Memenangkan Masa Depanā. Tema ini nanti akan diturunkan ke dalam materi-materi, akan menjadi pokok bahasan, baik di Munas-nya maupun di Kombes-nya,ā sambung Amin.Ā
Tema tersebut merupakan penjabaran dari tema besar PBNU masa khidmah 2022-2027: Merawat Jagat, Membangun Peradaban. Di Munas tersebut ada tiga kelompok bahasan, yaitu masail diniyyah waqiāiyyah, masail diniyyah maudluāiyyah,Ā dan masail diniyyah qanuniyyah. Ketiga kelompok masail ini, as-ilah as-ilah-nya merupakan turunan dari tema besar itu, yaitu Mendampingi Umat, Memenangkan Masa Depan.
Lebih lanjut Amin menjelaskan, dua isu besar dari tema ini, yang pertama mendampingi umat itu artinya NU bertekad untuk melaksanakan tugas-tugas khidmah dan riayatul ummah, untuk selalu hadir di tengah-tengah jamaahnya dalam bentuk program-program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, umat, dan jamaah. Pada saat yang sama, NU juga berkomitmen untuk melakukan ikhtiar-ikhtiar nyata untuk meningkatkan peran nyatanya di masa yang akan datang, dengan memanfaatkan sebesar-besarnya kemajuan teknologi.Ā
āJadi, teknologi itu menjadi salah satu isu bahasan yang akan mewarnai forum Munas maupun Konbes ini,ā terangnya.
Mengenai rincian dari as-ilah as-ilah yang akan dibahas masih akan dikaji di lembaga bahtsul masail. Ā Di samping itu, PBNU juga masih menunggu usulan-usulan dari PWNU dari seluruh Indonesia.
āMekanismenya begitu. Jadi ada usulan-usulan dari bawah, dalam hal ini dari PWNU. Kemudian kita menugaskan lembaga bahtsul masail untuk mengeksplorasi masalah-masalah yang perlu mendapatkan pembahasan secara tuntas. Kemudian dibawa ke forum syuriyah untuk ditetapkan sebagai materi Munas,ā ujar Bupati Bondowoso 2008-2013 dan 2013-2018 itu. Ā
Untuk tokoh-tokoh yang akan diundang, Amin menyebut pihaknya akan mengundang Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maāruf Amin untuk hadir.
āKemudian para kiai sepuh dari seluruh Indonesia, baik yang berada di struktur kepengurusan PWNU maupun beliau-beliau yang tidak secara struktural menjadi pengurus NU, tetapi beliau selalu menjadi rujukan bagi jamāiyah di dalam membuat kebijakan-kebijakan,ā imbuhnya.
Rencananya, kata Amin, Munas dan Konbes NU ini akan digelar selama beberapa hari. āBiasanya 3-4 hari. Nanti akan disusun dulu rundown-nya seperti apa, tetapi gambarnya kira-kira begitu," pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Nabi Muhammad di Bulan Rabiāul Awal
2
Prihatin pada Meninggalnya Affan Kurniawan, Ini Seruan Ketua PWNU Lampung
3
Jurnalis Muda Madrasah Ini Sabet Juara 1 Photo Competition 2025 Provinsi Lampung
4
Amnesty Sebut Tindakan Polisi Lindas Ojol hingga Tewas adalah Brutal dan Langgar HAM
5
Belasungkawa Wafatnya Affan Kurniawan, Ketum MUI Lampung Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kondusifitas
6
Pelantikan PC GP Ansor Periode 2025-2029, Ketua PCNU Pringsewu: Mari Perkuat 3 Konsolidasi Ini
Terkini
Lihat Semua