• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Warta

Pameran Komite Hijaz: Perkuat Sejarah dan Pembuka Jalan Khidmah NU di Abad Kedua

Pameran Komite Hijaz: Perkuat Sejarah dan Pembuka Jalan Khidmah NU di Abad Kedua
Pameran Komite Hijaz akan ramaikan Harlah 1 Abad NU
Pameran Komite Hijaz akan ramaikan Harlah 1 Abad NU

Jakarta,  NU Online Lampung

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PBNU akan menggelar Pameran Komite Hijaz dalam rangka 1 Abad NU. Kegiatan ini akan digelar di dua tempat secara bersamaan, yaitu Hotel Shangri-La Surabaya dan Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Ahad-Senin (5-6/2/2023). Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf  akan membuka langsung acara tersebut.

 

Ketua Lesbumi PBNU KH Jadul Maula menyampaikan bahwa pameran ini dilakukan memperkuat kesejarahan NU sekaligus membuka jalan khidmah NU di abad keduanya. "Dalam rangka peringatan 1 abad NU ini, pameran foto dan dokumen Komite Hijaz bisa menjadi penanda dan tonggak historisnya," katanya, Ahad  (29/1/2023).

 

Kiai Jadul menyatakan, hal itu menjadi bagian dari upaya menguatkan kembali ikatan dan dasar historis, sekaligus ungkapan syukur dan penghargaan kepada para ulama muassis Jam'iyyah NU atas khidmah mereka bagi agama, bangsa, dan dunia.

 

“Pameran Komite Hijaz dapat memberikan pengetahuan dan inspirasi untuk perjuangan NU di abad kedua dan seterusnya. Bagi generasi sekarang, yang jauh dari generasi para muassis (pendiri), pameran ini juga bisa menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi pengembangan khidmah ke-NU-an di abad mendatang," ujarnya.

 

Dia menjelaskan,  Komite Hijaz merupakan pintu pembuka gerakan NU di awal pendiriannya sehingga sangat erat hubungan keduanya. Bisa disebut Komite Hijaz ini merupakan program internasional-unggulan pertama Jam'iyyah NU, bahkan sekaligus menjadi "trigger" pendirian Jam'iyyah NU itu sendiri.”

 

Ia melanjutkan, di dalam dokumen terbitan SNO tahun 1928, diceritakan ketika para ulama, kiai pesantren, bermaksud mengirimkan sendiri delegasi ke Makkah mengikuti Kongres Dunia Islam tahun 1926, disadari perlunya suatu organisasi resmi sebagai pengirim utusan yang akan menjadi payung hukum atau dasar legalitas utusan. "Yang kemudian disebut Komite Hijaz itu. Jadi sangat historis," terang Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak, Yogyakarta itu.

 

Kiai Jadul menyampaikan bahwa ada keinginan, ke depannya, pameran ini akan diselenggarakan keliling di beberapa kota. "Dan mudah-mudahan bisa diwujudkan pula rencana untuk membikin film-nya: Film Dokumenter Komite Hijaz," paparnya.
 


Warta Terbaru