• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Kamis, 20 Juni 2024

Warta

Madrasah Kader ISNU, Nahdliyin Harus Mampu Melakukan Dakwah Digital

Madrasah Kader ISNU, Nahdliyin Harus Mampu Melakukan Dakwah Digital
Bendahara PP ISNU, Mimah Susanti saat menyampaikan materi madrasah kader ISNU di Wisma Haji Lungsir, Kamis (23/5/2024) (Foto: Dian R/NUO Lampung)
Bendahara PP ISNU, Mimah Susanti saat menyampaikan materi madrasah kader ISNU di Wisma Haji Lungsir, Kamis (23/5/2024) (Foto: Dian R/NUO Lampung)

Bandar Lampung, NU Online Lampung

Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Mimah Susanti mengatakan, sebagai Nahdliyin harus mampu melakukan dakwah digital.

 

Hal tersebut disampaikan pada Madrasah Kader ISNU di Wisma Haji Lungsir, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Kamis (23/5/2024). Kegiatan tersebut diikuti Pimpinan Wilayah (PW) ISNU Lampung, dan perwakilan calon Pimpinan Cabang (PC) ISNU se-Provinsi Lampung.

 

“Dakwah digital adalah dakwah yang dilakukan secara daring berbasis internet, baik melalui aplikasi maupun media sosial,” ujar Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat itu.

 

Ia melanjutkan karena melalui dakwah tersebut dapat menghubungkan antara pendakwah dan orang yang didakwahi secara langsung tanpa tatap muka.

 

“Dakwah digital ini juga memudahkan kita Nahdliyin untuk mengakses kapan saja dan di mana saja. Hal ini sesuai dengan karakter milenial  yang akrab dengan gadget, salah satunya karena ada internet atau media sosial,” ungkap Ketua Bawaslu DKI Jakarta 2012-2017 itu.

 

Ia mengatakan, dakwah digital itu merupakan syariatisasi pasar, bukan kapitalisasi Islam atau komersialisasi agama. Sebagai seorang Nahdliyin, dakwah digital harus memegang prinsip utama Nahdlatul Ulama, yaitu pertama, sesuai dengan khasais amaliyah NU atau menjaga tradisi, bermazhab, dan berkesinambungan.

 

Kemudian prinsip kedua, sesuai dengan khasais fiqrah NU atau berkembang, moderat, dan metodologis. Dan prinsip ketiga, yaitu sesuai prinsip harakah NU atau lembut, sukarela, toleran, dan welas asih.

 

“Seorang Nahdliyin juga ketika berdakwah digital harus dakwah yang rahmatan lil alamiin, dakwah yang liutammima makarimal akhlak (memperbaiki akhlak), memiliki konten yang menarik dan bermanfaat, menyesuaikan tren, dan kreatif,” katanya.

 

Ia mengutip perkataan Presiden Jokowi ke depan tidak ada lagi negara besar dikuasai negara kecil, namun negara cepat akan menguasai negara lambat. Hal ini sama seperti perkembangan teknologi dan digitalisasi yang harus terus kita ikuti, jangan sampai ketinggalan.

 

“Maka yang seharusnya dilakukan oleh pengurus NU, banom dan lembaga, yaitu wajib memiliki akun media sosial, membuat konten yang menarik, memberikan informasi yang baik dan benar,” tuturnya.

 

Kemudian juga harus memfilter informasi yang masuk, selalu memperbarui atau mengupdate media sosial dengan kegiatan yang dilaksanakan, bermedia sosial dengan sehat cerdas, dan tergabung aktif di dalam komunitas medsos.

(Dian Ramadhan)


Warta Terbaru