• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Minggu, 27 November 2022

Warta

Tanamkan Budaya Menulis,LTN Lampung Tengah Adakan Bedah “Buku Santri dan Pendidikan Politik”

Tanamkan Budaya Menulis,LTN Lampung Tengah Adakan Bedah “Buku Santri dan Pendidikan Politik”
LAMPUNG TENGAH- Dalam upaya untuk menanamkan kecintaan terhadap dunia menulis dan literasi, Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Lampung tengah, menggelar bedah buku “Santri dan Pendidikan politik” pada Selasa, (1/5/18). Kegiatan itu dilaksanakan di Aula kampus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah  (STIS) Darus Syafa`ah Gunung Sugih Lampung Tengah. Dalam kegiatan bedah buku yang sekaligus dirangkai dengan sosialisasi pemilu bagi pemilih pemula tersebut, LTN bekerja sama dengan Gerakan Pemuda Ansor Lampung Tengah, PC IPNU-IPPNU serta KPU Lampung Tengah. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut diantaranya, Ila Fadilasari selaku editor Buku “Santri dan Pendidikan Politik”, Imam Kastolani wakil sekretaris PCNU Lampung Tengah, Budi Hadi Yunanto ketua KPUD Lampung Tengah, dan Rahmat Basuki, wakil ketua LTN NU Lampung Tengah. Saat memberikan sambutannya, Ketua Yayayan Darus Syafa`ah, H.  Ali Mun`im, mengapresiasi kegiatan bedah buku tersebut, sekaligus mengapresiasi penerbitan maupun proses penyusunan buku tersebut. Menurutnya, menulis di kalangan santri merupakan budaya yang sudah melekat sejak dahulu. Oleh karenanya banyak ulama-ulama kita terdahulu menghasilkan banyak karya ataupun tulisan, yang hingga saat ini masih kita pelajari. “Di kalangan Ahlussunnah menulis buku sudah menjadi sebuah budaya sejak zaman dahulu. Sebut saja Imam Al Ghazaali, seorang ulama yang sangat produktif menulis. Bahkan saking produktifnya, beliau digambarkan biasa menulis hingga 16 halaman setiap hari. Dan masih banyak lagi ulama-ulama kita yang aktif menulis,” terangnya. [caption id="attachment_11515" align="alignnone" width="300"]peserta antusias mengikuti diskusi buku Santri dan Pendidikan Politik peserta antusias mengikuti diskusi buku Santri dan Pendidikan Politik[/caption] Sementara itu editor buku “Santri dan Pendidikan Politik, Ila Fadilasari dalam pemaparannya menjelaskan bahwa salah satu alasan terbitnya buku tersebut adalah untuk mendorong atau memotivasi para santri untuk juga menulis dan mampu menghasilkan sebuah karya. Ila mengatakan, buku ini adalah hasil lomba artikel Hari Santri Nasional tingkat nasional tahun 2016, yang telah dilakukan penyeleksian oleh para tokoh yang menjadi dewan juri. “kebanyakan pesertanya adalah para santri dan orang-orang yang pernah menjadi santri di pondok pesantren,” ujarnya. Lebih lanjut Ila juga menjelaskan bahwa sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi kalangan santri untuk menulis, sehingga tidak ada alasan bagi santri, mahasiswa ataupun pelajar untuk tidak menulis, sebab hasil dari tulisan itulah yang nantinya akan tetap hidup meskipun penulisnya sudah tiada. “Saya ingin mengajak kepada para santri maupun generasi muda agar mampu melahirkan karya yang dapat terus diwarisi oleh anak cucu. Karya-karya seputar syiar Islam amat besar manfaatnya bagi umat, apalagi bila ditulisan itu dibuat  oleh para ahlinya yaitu para santri,” kata mantan jurnalis Majalah Tempo itu. Kegiatan diskusi bedah buku berlangsung dengan sangat hikmat dan tanggapan yang antusias dari para peserta. Peserta yang hadir bukan hanya semata dari kalangan santri dan mahasiswa, melainkan juga dari fatayat, bahkan muslimat juga turut hadir dalam bedah buku tersebut. (Sunarto)


Editor:

Warta Terbaru