• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

Santri Penegak Kemanusiaan yang Bervisi & Kreatif

Santri Penegak Kemanusiaan yang Bervisi & Kreatif
BANDARLAMPUNG  - Pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, KH Maman Imanulhaq Faqih menyatakan bahwa santri merupakan penegak nilai kemanasiaan sehingga harus mempunyai visi dan kreatif. "Santri harus punya visi ke depan, proaktif dalam banyak masalah, selalu berpikir kreatif," paparnya pada Lailatul Ijtima Nahdlatul Ulama dan Tahlil Mengenang Guru, Ulama, Birokrat Drs H M Thabranie Daud digelar di Gedung PWNU Lampung jalan Cut Meutia 28 Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, , Sabtu (31/10) malam. Menurut anggota Komisi 8 DPR RI ini, santri bukanlah santri jika pikirannya hanya perut dan kesenangan duniawi. "Kalau ada santri jadi anggota DPR, maka politik santri bukan untuk memperkenyang perut," ujar cucu KH Zaenal Mustofa itu lagi. Pada kegiatan dihadiri ratusan warga NU yang memenuhi Kantor PWNU yang dihadiri Pinsisepuh NU Lampung Muhammad Shobary, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014 Sapta Niwandar itu, Kiai Maman lalu menambahkan, santri ialah yang memikirkan bagaimana nilai-nilai kemanusiaan ditegakkan. Laitul Ijtima di PWNU Lampung biasa digelar sebulan sekali. Sebelum Kiai Maman memberikan mauidloh khasanah, Rahman dari Pondok Pesantren Bustanul Falah Bandar Lampung membacakan ikrar santri diawali syahadat. Santri NKRI berikrar, sebagai santri NKRI berpegang teguh pada aqidah, nilai dan ajaran Ahlusunah Waljama'ah. Santri NKRI berikrar, bertanah air satu satu, tanah air Indonesia, berideologi satu, ideologi Pancasila. Hadir pula dalam Lailatul Ijtima Nahdlatul Ulama PWNU Lampung Ketua PWNU KH Sholeh Bajuri beserta jajaran, Politisi PDI Perjuangan Eva Dwiana, Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, Ketua PC GP Ansor Lampung Barat Radityo AN. Terlihat pula Ketua PW Hipsi Lampung H Abdul Karim, Ketua PW Fatayat NU Khalida, Ketua PW IPNU Lampung Aan Uly Rosyadi, KMNU Unila dan para santri pada kegiatan diisi renungan mengenai NU hingga dosa jemaah. (Gatot Arifianto)


Editor:

Warta Terbaru