• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Jumat, 1 Maret 2024

Warta

MWCNU Muara Sungkai Gelar Seminar Kebangsaan Anti Radikalisme

MWCNU Muara Sungkai Gelar Seminar Kebangsaan Anti Radikalisme
Seminar Kebangsaan Anti Radikalisme MWCNU Muara Sungkai (Foto: Istimewa)
Seminar Kebangsaan Anti Radikalisme MWCNU Muara Sungkai (Foto: Istimewa)

Lampung Utara, NU Online Lampung

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara menggelar Seminar Kebangsaan Anti Radikalisme di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Karang Sakti, Kecamatan Muara Sungkai, Lampung Utara, Sabtu (4/2/2023).

 

Acara ini menghadirkan narasumber Pendiri NII Crisis Centre Ken Setiawan, dan Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Regional Lampung. Kegiatan ini bertemakan, Pencegahan Radikalisme Kekerasan Terorisme di Lingkungan Kita.

 

Ketua MWCNU Kecamatan Muara Sungkai, Ustadz Abu Khoir mengatakan, acara ini digelar untuk imunisasi pemikiran.

 

“Acara ini digelar untuk kita semua. Kita harus jaga-jaga, perkuat pertahanan, kuatkan imun pemikiran dari paham radikal. Anak kita, keluarga, dan lingkungan kita jaga dari radikalisme,” ujarnya yang juga Ketua Pelaksana kegiatan.

 

Sementara itu Kepala Desa Karang Sakti, Achmad Wahyu Ruminto menyampaikan, terima kasih kepada narasumber.

 

“Kami ucapkan terima kasih kepada narasumber dari Duta Damai BNPT dan juga NII Crisis Center yang telah memberikan masukan dan arahan kepada masyarakat Karang Sakti khususnya, dan umumnya Muara Sungkai serta sekitarnya,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut ia mengatakan narasumber telah mengingatkan untuk memantau kegiatan anak-anak, dan jangan sampai salah pilih guru dan lembaga pendidikannya.

 

Pendiri NII Crisis Centre, Ken Setiawan memaparkan materinya, dari pengalaman pribadi saat terjerumus masuk lembah hitam NII, hingga proses pulihnya serta memberi tips untuk menjaga diri dari pengaruh-pengaruh sesat NII.

 

“Tidak butuh hitungan bulan, seseorang dapat dirayu dan dicuci otaknya dalam perekrutan NII. Hanya hitungan jam, orang dapat terpengaruh dengan ajakan sesat NII. Hati-hati bapak ibu, jangan lengah,” katanya.

 

Kegiatan ini berlangsung sekira empat jam, dihadiri lebih dari 200 peserta yang antusias dari pagi mengikuti acara dari awal hingga selesai.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pengurus MWCNU Muara Sungkai, beberapa badan otonom (banom) NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah Nahdliyah (Jatman), Bhabinkamtibmas, tokoh-tokoh masyarakat Karang Sakti dan Muara Sungkai.

(Hery Miftah)


Warta Terbaru