• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 30 Januari 2023

Warta

Ini Bagian Hewan Kurban yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi untuk Menghindari PMK

Ini Bagian Hewan Kurban yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi untuk Menghindari PMK
Ilustrasi hewan kurban idul adha
Ilustrasi hewan kurban idul adha

Jakarta, NU Online Lampung
Jelang Hari Raya Idul Adha, marak pemberitaan tentang banyaknya hewan ternak di berbagai daerah di Indonesia yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).  Hal itu tentu saja memicu kekhawatiran masyarakat yang ingin mengonsumsi daging kurban seperti sapi dan kambing.


Apakah hewan ternak yang terinfeksi PMK masih bisa dikonsumsi? Dikutif dari NU Online, Dokter Hewan (drh) Ahmad Syifa menjelaskan daging ternak yang terkena PMK tidak akan berpengaruh apa pun ketika dikonsumsi manusia.


Kendati demikian, ada beberapa bagian yang harus diperhatikan seperti halnya bagian dalam pada sapi.  "Untuk organ dalam agar tidak dibagikan apalagi isi rumen (lambung besar pada sapi/kambing/domba) sampai usus halus," ujar  Dokter Syifa. 


Bila kondisi hewan ternak ada bekas terkena PMK, menurutnya, bagian-bagian jeroan, mulut, bibir, lidah, dan kaki pada hewan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi

Hal yang tak kalah penting yaitu cara mengelola daging hewan ternak. Ia menyarankan agar langsung dimasak atau didihkan.  "Bagian dari jeroannya kita harus hati-hati. Jika akan dibagikan lebih baik bagian organ harus melalui pematangan atau perebusan terlebih dahulu," imbau dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu. 

 
Meski tidak ada PMK pun, kata dia, jeroan atau isi rumen (lambung besar pada sapi) harus direbus di air mendidih agar mikroba-mikroba bisa musnah. Baik terinfeksi PMK atau tidak, perebusan ini berfungsi untuk menghindari pencemaran lingkungan. 


“Daging ternak yang akan dikonsumsi lebih baik dimasak dengan tingkat kematangan yang sempurna guna mengikuti kaidah higiene.  Kelayakan dan kaidah higiene patut diperhatikan supaya daging yang dibagikan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)," ujarnya. 


Hal yang sama disampaikan oleh Dosen Fakultas Peternakan dari Universitas Islam Malang (Unisma), drh Nurul Humaidah. Daging dari hewan terjangkit PMK aman dikonsumsi bagi manusia dengan syarat dilakukan perebusan pada air mendidih selama 30 menit terlebih dahulu. 


“Panas pada air mendidih sudah cukup mematikan virus PMK. Jadi, tidak perlu khawatir mengonsumsi daging sapi di saat wabah PMK seperti saat ini, ” katanya.


Sebelumnya, Kementerian Pertanian membeberkan lima bagian pada hewan terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tak boleh dikonsumsi masyarakat. Pasalnya, bagian tersebut biasanya kerap terpapar langsung oleh virus PMK.


Adapun bagian yang tak boleh dikonsumsi yaitu jeroan, mulut, bibir, lidah, dan kaki. Selebihnya masih bisa dikonsumsi oleh manusia. 


"Yang tidak boleh hanya pada tempat-tempat yang langsung terkena PMK misalnya, organ-organ tertentu kaki, tentu saja harus diamputasi dulu. Jeroan tidak boleh, atau mulut, yang terkait dengan bibir dan lain-lain, atau lidah. Cuma itu yang memang tidak direkomendasi tapi yang lain masih bisa direkomendasi," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, belum lama ini. 


Warta Terbaru