• logo nu online
Home Warta Syiar Bahtsul Masail Keislaman Khutbah Teras Kiai Pernik Kiai Menjawab Pendidikan Opini Literasi Mitra Pemerintahan Ekonomi Tokoh Seni Budaya Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Syiar

5 Keutamaan Puasa Syawal yang Perlu Diketahui

5 Keutamaan Puasa Syawal yang Perlu Diketahui
Ilustrasi puasa Syawal
Ilustrasi puasa Syawal

Usai merayakan lebaran Idul Fitri, umat Islam disunahkan melaksanakan puasa lagi di bulan Syawal. Puasa yang dilaksanakan selama enam hari itu idealnya dilakukan mulai tanggal 2  hingga 7 Syawal.  

 

Namun tak masalah puasa Syawal dilaksanakan di luar tanggal tersebut, dan tak pula mesti berurutan.

 

Mengenai keutamaan puasa Syawal ini,  dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dinyatakan “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun”.

 

Orang yang melaksanakan qadha puasa atau menunaikan nadzar puasanya di bulan Syawal juga tetap mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunah Syawal. 

 

Dikutif dari NU Online,  hal itu diungkapkan oleh Syekh Ibrahim al-Baijuri dalam kitabnya, Hasyiyatul Baijuri ‘ala Syarhil Allamah Ibni Qasim Juz 1, Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya yang berjudul Lathâif al-Ma’ârif fîma li Mawâsim al-‘Am min al-Wadhâif, menyatakan ada lima keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal. 

 

Keutamaan itu adalah 

1. Puasa sunnah Syawal sebagai penyempurna puasa Ramadhan. Hal ini sebagaimana shalat sunnah rawatib sebagai penyempurna shalat fardhu lima waktu.  

 

2. Menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun. Hal ini sebagaimana yang dijanjikan dalam hadits Rasulullah dalam kitab Shahih Muslim, “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti pahala berpuasa setahun.” 

 

3. Membiasakan puasa setelah selesainya puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya puasa Ramadhan umat Islam. Sebab, sesungguhnya Allah swt apabila menerima amal kebaikan seseorang, akan menganugerahi ia untuk berbuat kebaikan setelah itu.

 

 4. Puasa sunah Syawal sebagai tanda syukur umat Islam kepada Allah swt, atas anugerah yang melimpah di bulan Ramadhan berupa puasa, qiyamul lail (shalat malam), zakat dan lain-lain.

 

4. Ibadah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan tidak terputus. Menjalankan ibadah puasa enam hari di bulan Syawal menunjukkan bahwa ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadhan tidak berhenti meski bulan suci itu telah berlalu. Ibadah-ibadah yang dijalankan selama bulan Ramadhan hendaknya memang tetap dipertahankan.

 

Itulah keutaman puasa enam hari di bulan Syawal yang perlu kita ketahui.  Melihat manfaat yang sangat besar, tentunya sangat disayangkan bila tidak kita laksanakan. 

 


Editor:

Syiar Terbaru