Warta

Tiga Persiapan Penting Menyambut Bulan Ramadhan

Selasa, 15 Mei 2018 | 10:55 WIB

UNTUK menyambut Ramadhan, bulan yang dipenuhi dengan rahmat dan karunia Allah, kita harus mengadakan persiapan-persiapan yang dianggap perlu dan bermanfaat, terutama dalam meningkatkan takwa kepada Allah ļ·». Persiapan-persiapan itu antara lain: Persiapan Pertama Hendaknya kita mengadakan atau memprakarsai kegiatan ceramah di akhir bulan Sya’ban untuk menyambut bulan Ramadhan. Ceramah itu bisa dilakukan di majelis ta’lim dan tempat-tempat pengajian, atau pengarahan-pengarahan singkat untuk keluarga kita masing-masing. Dalam ceramah itu dijelaskan berbagai bimbingan bagi jamaah atau keluarga kita, agar dapat mengisi bulan yang penuh berkah itu dengan amal ibadah yang diridhai oleh Allah ļ·». Jangan sampai terjadi, bulan yang teramat agung itu berlalu begitu saja, tanpa meninggalkan kesan yang mendalam yang dapat meningkatkan ibadah dan amal shaleh kita kepada Allah ļ·». Ceramah pengarahan menyambut bulan Ramadhan ini dilakukan Nabi di depan para sahabatnya, dengan menyampaikan ceramah singkat mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan tuntunan Ramadhan. Agar kita semua dapat mengambil manfaat dari pengarahan Rasul ļ·ŗ tersebut, berikut ini dicantumkan ceramah beliau dengan lengkap: Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł‘ŁŽŁ†Ų§Ų³Ł Ł‚ŁŽŲÆŁ’ Ų£ŁŽŲøŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±ŁŒ Ų¹ŁŽŲøŁŁŠŁ’Ł…ŁŒŲŒ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±ŁŒ Ł…ŁŲØŲ§ŁŽŲ±ŁŽŁƒŁŒŲŒ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±ŁŒ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł‡Ł Ł„ŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽŲ©ŁŒĀ  Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±ŁŒ مِنْ Ų£ŁŽŁ„Ł’ŁŁ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±Ł Ų¬ŁŽŲ¹ŁŽŁ„ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł ŲµŁŁŠŲ§ŁŽŁ…ŁŽŁ‡Ł ŁŁŽŲ±ŁŁŠŁ’Ų¶ŁŽŲ©Ł‹ ŁˆŁŽ Ł‚ŁŁŠŲ§ŁŽŁ…ŁŽ Ł„ŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽŁ‡Ł ŲŖŁŽŲ·ŁŽŁ€ŁˆŁ‘ŁŲ¹Ų§Ł‹ Ł…ŁŽŁ†Ł’ ŲŖŁŽŁ‚ŁŽŲ±Ł‘ŁŽŲØŁŽ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł‡Ł ŲØŁŲ®ŁŽŲµŁ’Ł„ŁŽŲ©Ł Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł’Ł„Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±Ł ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁƒŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŽŲÆŁ‘ŁŽŁ‰ ŁŁŽŲ±ŁŁŠŁ’Ų¶ŁŽŲ©Ł‹ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł…Ų§ŁŽ Ų³ŁŁˆŁŽŲ§Ł‡ŁĀ  ŁˆŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŽŲÆŁ‘ŁŽŁ‰ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł‡Ł ŁŁŽŲ±ŁŁŠŁ’Ų¶ŁŽŲ©Ł‹ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁƒŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŽŲÆŁ‘ŁŽŁ‰ Ų³ŁŽŲØŁ’Ų¹ŁŁŠŁ’Ł†ŁŽ ŁŁŽŲ±ŁŁŠŁ’Ų¶ŁŽŲ©Ł‹ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł…ŁŽŲ§ Ų³ŁŁˆŲ§ŁŽŁ‡ŁĀ  ŁˆŁŽŁ‡ŁŁˆŁŽ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±Ł Ų§Ł„ŲµŁ‘ŁŽŁ€ŲØŁ’Ų±ŁĀ  ŁˆŁŽŲ§Ł„ŲµŁ‘ŁŽŁ€ŲØŁ’Ų±ŁĀ  Ų«ŁŽŁ€ŁˆŁŽŲ§ŲØŁŁ‡Ł Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŲ©Ł ŁˆŁŽŲ“ŁŽŁ‡Ł’Ų±Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŁˆŁŽŲ§Ų³ŁŽŲ§Ų©Ł ŁˆŁŽ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±ŁŒ ŁŠŁŽŲ²Ł’ŲÆŁŽŲ§ŲÆŁ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł‡Ł Ų±ŁŲ²Ł’Ł‚Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŲŒ Ł…ŁŽŁ†Ł’ ŁŁŽŲ·Ł‘ŁŽŲ±ŁŽ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł‡ŁĀ  ŲµŁŽŲ§Ų¦ŁŁ…Ų§Ł‹ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ł…ŁŽŲŗŁ’ŁŁŲ±ŁŽŲ©Ł‹ Ł„ŁŲ°ŁŁ†ŁŁˆŁ’ŲØŁŁ‡ŁĀ  ŁˆŁŽŲ¹ŁŲŖŁ’Ł‚ŁŽ Ų±ŁŽŁ‚ŁŽŲØŁŽŲŖŁŁ‡Ł Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲ§Ų±Ł ŁˆŁŽ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡Ł Ł…ŁŲ«Ł’Ł„Ł Ų£ŁŽŲ¬Ł’Ų±ŁŁ‡Ł مِنْ ŲŗŁŽŁŠŁ’Ų±Ł Ų£ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŽŁ†Ł’ŲŖŁŽŁ‚ŁŲµŁŽ مِنْ Ų£ŁŽŲ¬Ł’Ų±ŁŁ‡Ł Ų“ŁŽŁŠŁ’Ų”ŁŒ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŁ’Ų§ Ł„ŁŽŁŠŁ’Ų³ŁŽ ŁƒŁŁ„Ł‘ŁŁ†ŁŽŲ§ Ł†ŁŽŲ¬ŁŲÆŁ Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŁŁŽŲ·Ł‘ŁŲ±Ł Ų§Ł„ŲµŁ‘ŁŽŲ§Ų¦ŁŁ…ŁŽŲŒĀ  ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ : ŁŠŁŲ¹Ł’Ų·ŁŁŠ Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł Ł‡ŁŽŲ°ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ų«Ł‘ŁŽŁˆŁŽŲ§ŲØŁŽ Ł…ŁŽŁ† ŁŁŽŲ·Ł‘ŁŽŲ±ŁŽ ŲµŁŽŲ§Ų¦ŁŁ…Ų§Ł‹ Ų¹ŁŽŁ„Ł‰ŁŽ ŲŖŁŽŁ…Ł’Ų±ŁŽŲ©ŁĀ  Ų£ŁŽŁˆŁ’ Ų“ŁŲ±Ł’ŲØŁŽŲ©Ł Ł…ŁŽŲ§Ų”ŁĀ  Ų£ŁŽŁˆŁ’ Ł…Ų°ŁŽŁ‚Ł‘ŁŽŲ©ŁĀ  Ł„ŁŽŲØŁŽŁ†Ł ŁˆŁŽŁ‡ŁŁˆŁŽ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±ŁŒ Ų£ŁŽŁˆŁ‘ŁŽŁ„ŁŁ‡Ł Ų±ŁŽŲ­Ł’Ł…ŁŽŲ©ŁŒ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁˆŁ’Ų³ŁŽŲ·ŁŁ‡Ł Ł…ŁŽŲŗŁ’ŁŁŲ±ŁŽŲ©ŁŒ ŁˆŁŽŲ¢Ų®ŁŲ±ŁŁ‡Ł Ų¹ŁŲŖŁ€Ł€Ł’Ł‚ŁŒ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲ§Ų±ŁŲŒ Ł…ŁŽŁ†Ł’ Ų®ŁŽŁŁ‘ŁŽŁŁŽ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ł…ŁŽŁ…Ł’Ł„ŁŁˆŁ’ŁƒŁŁ‡Ł ŲŗŁŽŁŁŽŲ±ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‡ŁĀ  Ł„ŁŽŁ‡ŁĀ  ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ¹Ł’ŲŖŁŽŁ‚ŁŽŁ‡Ł Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲ§Ų±Ł ŁˆŁŽŲ§Ų³Ł’ŲŖŁŽŁƒŁ’Ų«ŁŽŲ±ŁŁˆŁ’Ų§ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł‡Ł مِن Ų£ŁŽŲ±Ł’ŲØŁŽŁ€Ų¹Ł Ų®ŁŲµŁŽŲ§Ł„Ł : Ų®ŁŽŲµŁ’Ł„ŁŽŲŖŁŽŁŠŁ’Ł†Ł ŲŖŁŲ±Ł’Ų¶ŁŁˆŁ’Ł†ŁŽ ŲØŁŁ‡ŁŁ…ŁŽŲ§ Ų±ŲØŁ‘ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŲ®ŁŽŲµŁ’Ł„ŁŽŲŖŁŽŁŠŁ’Ł†Ł Ł„Ų§ŁŽ ŲŗŁŁ†Ł‰ŁŽĀ  ŲØŁŁƒŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŁ†Ł’Ł‡ŁŁ…ŁŽŲ§ ŁŁŽŲ£ŁŽŁ…Ł‘ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł’Ų®ŁŽŲµŁ’Ł„ŁŽŲŖŁŽŲ§Ł†Ł Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŲŖŲ§ŁŽŁ†Ł ŲŖŁŲ±Ł’Ų¶ŁŁˆŁ’Ł†ŁŽ ŲØŁŁ‡ŁŁ…ŁŽŲ§ Ų±ŲØŁ‘ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ ŁŁŽŲ“ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ŲÆŁŽŲ©ŁĀ  Ų£ŁŽŁ†Ł’ Ł„Ų§ŁŽ Ų„Ł„ŁŽŁ‡ŁŽ Ų„ŁŁ„Ų§Ł‘ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‡ŁĀ  ŁˆŁŽ ŲŖŁŽŲ³Ł’ŲŖŁŽŲŗŁ’ŁŁŲ±ŁŁˆŁ’Ł†ŁŽŁ‡ŁĀ  ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁ…Ł‘ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŲŖŲ§ŁŽŁ†ŁĀ  Ł„Ų§ŁŽ ŲŗŁŁ†Ł‰ŁŽ ŲØŁŁƒŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŁ†Ł’Ł‡ŁŁ…ŁŽŲ§ ŁŁŽŁ€ŲŖŁŽŲ³Ł’Ų£ŁŽŁ„ŁŁˆŁ’Ł†ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‡ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŲ©ŁŽĀ  ŁˆŁŽ ŲŖŁŽŁ€Ų¹ŁŁˆŁ’Ų°ŁŁˆŁ’Ł†ŁŽ بِهِ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŽŲ§Ų±Ł ŁˆŁŽ Ł…ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŽŲ“Ł’ŲØŁŽŲ¹ŁŽ ŁŁŁ€ŁŠŁ’Ł‡Ł ŲµŁŽŲ§Ų¦ŁŁ…Ų§Ł‹ Ų³ŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł‡Ł Ų§Ł„Ł„Ł‡Ł مِنْ Ų­ŁŽŁˆŁ’Ų¶ŁŁŠŁ’ Ų“ŁŲ±Ł’ŲØŁŽŲ©Ł‹Ā  Ł„Ų§ŁŽ ŁŠŁŽŲøŁ’Ł…ŁŽŲ£Ł Ų­ŁŽŲŖŁŽŁ‰ ŁŠŁŽŲÆŁ’Ų®ŁŁ„ŁŽ Ų§Ł’Ł„Ų¬ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŲ©ŁŽ ā€œWahai manusia, sesungguhnya telah menaungi kamu bulan yang agung dan penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan itu, Allah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan qiyam atau shalat di malam harinya sebagai ibadah sunnah. Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan kewajiban di bulan lain. Siapa yang mengerjakan suatu kewajiban dalam bulan Ramadhan tersebut, maka sama dengan menjalankan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.ā€ Ramadhan itu adalah bulan kesabaran; sedangkan ketabahan dan kesabaran, balasannya adalah surga. Ramadhan adalah bulan pertolongan, pada bulanĀ  itu rizki orang-orang mukmin ditambah. Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orangĀ  yang berpuasa di bulan itu, maka ia akan diampuni dosanya, dibebaskan dari api neraka.Ā  Orang itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut. Sedangkan pahala puasa bagi orang yang melakukannya, tidak berkurang sedikitpun. Para sahabat bertanya: ā€œWahai Rasulullah, kami tidak semua memiliki makanan untuk berbuka bagiĀ Ā  orang lainā€. Bersabda Rasulullah ļ·ŗ: ā€œAllah memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau seteguk susuā€. Dialah Ramadhan, bulan yang permulaannya dipenuhi dengan rahmat, periode pertengahannya dipenuhi dengan ampunan dan maghfirah, pada periode terakhirnya merupakan pembebasan manusia dari azab neraka. Barang siapa yang meringankan beban pekerjaan pembantu-pembantu rumah tangganya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan membebaskannya dari api neraka. Oleh karena itu dalam bulan Ramadhan ini, hendaklah kamu sekalian dapat meraih empat bagian. Dua bagian pertama untuk memperoleh ridha Tuhanmu dan dua bagian lain adalah sesuatu yang kamu dambakan. Dua bagian yang pertama ialah bersaksi dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan hendaklah memohon ampunan kepada-Nya. Dua bagian yang kedua yaitu kamu memohon (dimasukkan ke dalam) surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang memberi minuman kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari telagaku, suatu minuman yang seseorang tidak akan merasa haus dan dahaga lagi sesudahnya, sehingga ia masuk ke dalam surgaā€. (Hadits Dhaif, Riwayat Ibnu Khuzaimah: 1780, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman: 3455. redaksi hadits di atas riwayat Ibn Khuzaimah). Meskipun sebagian ahli menyebut hadits ini berstatus dhaif, karena berkaitan dengan fadhailul a’mal (keutamaan amal), maka masih bisa ditoleransi. Beberapa keterangan yang disebutkan hadits ini, banyak persamaan yang disebutkan hadits yang lebih sahih. Imam Ahmad bin Hambal menyampaikan pernyataan mengenai hadits dhaif, beliau berpandangan: Ų§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲÆŁŁŠŁ’Ų«Ł Ų§Ł„Ų¶ŁŽŲ¹ŁŁŠŁ’ŁŁ Ų£ŁŽŲ­ŁŽŲØŁ‘Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ‘ŁŽ مِنْ Ų§Ł„Ų±ŁŽŲ£Ł’ŁŠŁ ā€œHadits yang dhaif lebih aku cintai dari al-Ra’yu (pendapat akal seseorang)ā€. Dalam kalimat yang lain, beliau berpendapat: Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŁ…ŁŽŁ„Ł ŲØŁŲ§Ł„Ł’Ų­ŁŽŲÆŁŁŠŁ’Ų«Ł Ų§Ł„Ų¶Ł‘ŁŽŲ¹ŁŁŠŁ’ŁŁ Ų£ŁŽŁˆŁ’Ł„ŁŽŁ‰ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŁŠŁŽŲ§Ų³Ł ā€œBeramal dengan hadits yang dhaif lebih utama dari menggunakan qiyas (analogi)ā€. Hadits ini dimuat juga dalam kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama terkenal, antara lain: Muhammad Yusuf al-Kandahlawi dalam kitab Hayah al-Shahabah, III/400–401, Imam al-Munzdiri dalam kitab al-Targhib wa al-Tarhib, I/16–17, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Baz dalam kitab Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, XV/44–45. Prof. Hasbi al-Shiddiqi dalam Pedoman Puasa. Ā  Persiapan Kedua Persiapan yang kedua adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, yaitu bagi mereka yang sebelum datangnya bulan itu telah membiasakan puasa sunnah. Namun demikian satu atau dua hari menjelang masuknya bulan Ramadhan dilarang melakukan puasa sunnah, kecuali bagi mereka yang sudah membiasakannya. Ā  Ų¹ŁŽŁ†Ł’ Ų¹ŁŽŲ§Ų¦ŁŲ“ŁŽŲ©ŁŽ Ų±ŁŽŲ¶ŁŁŠŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų¹ŁŽŁ†Ł’Ł‡ŁŽŲ§ Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽŲŖŁ’ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„Ł Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ…ŁŽ ŁŠŁŽŲµŁŁˆŁ…Ł Ų­ŁŽŲŖŁ‘ŁŽŁ‰ Ł†ŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„ŁŽ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŁŁ’Ų·ŁŲ±Ł ŁˆŁŽŁŠŁŁŁ’Ų·ŁŲ±Ł Ų­ŁŽŲŖŁ‘ŁŽŁ‰ Ł†ŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„ŁŽ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲµŁŁˆŁ…Ł ŁŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲ£ŁŽŁŠŁ’ŲŖŁ Ų±ŁŽŲ³ŁŁˆŁ„ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁ„Ł‘ŁŽŁ…ŁŽ Ų§Ų³Ł’ŲŖŁŽŁƒŁ’Ł…ŁŽŁ„ŁŽ ŲµŁŁŠŁŽŲ§Ł…ŁŽ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±Ł Ų„ŁŁ„Ł‘ŁŽŲ§ Ų±ŁŽŁ…ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲ£ŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŁ‡Ł Ų£ŁŽŁƒŁ’Ų«ŁŽŲ±ŁŽ ŲµŁŁŠŁŽŲ§Ł…Ł‹Ų§ Ł…ŁŁ†Ł’Ł‡Ł فِي Ų“ŁŽŲ¹Ł’ŲØŁŽŲ§Ł†ŁŽ Dari Aisyah r.a. ia menuturkan, ā€œRasulullah ļ·ŗ biasa mengerjakan puasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah tidak berpuasa, dan beliau biasa tidak berpuasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Akan tetapi aku tidak pernah melihat Rasulullah ļ·ŗ berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada puasa di bulan Sya’banā€. (Hadits Shahih, riwayat Bukhari: 1833 dan Muslim: 1956. teks hadits riwayat al-Bukhari). Mengenai larangan puasa sunnah satu atau dua hari menjelang masuk Ramadhan, kecuali bagi mereka yang telah membiasakannya, disebutkan dalam hadits Nabi ļ·ŗ: Ł„ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁ‘ŁŽŁ…ŁŁˆŲ§ Ų±ŁŽŁ…ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŲØŁŲµŁŽŁˆŁ’Ł…Ł ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…Ł ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŽŁŠŁ’Ł†Ł Ų„ŁŁ„Ł‘ŁŽŲ§ Ų±ŁŽŲ¬ŁŁ„ŁŒ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁŠŁŽŲµŁŁˆŁ…Ł ŲµŁŽŁˆŁ’Ł…Ł‹Ų§ ŁŁŽŁ„Ł’ŁŠŁŽŲµŁŁ…Ł’Ł‡Ł ā€œJangan kamu dahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi seseorang yang mempuasakan puasa tertentu, maka ia boleh meneruskan puasanyaā€. (Hadits Shahih, riwayat Bukhari: 1781 dan Muslim: 1812. teks hadits riwayat al-Bukhari). Ā  Persiapan Ketiga Persiapan selanjutnya adalah menyambut bulan Ramadhan dengan ā€œtahni’ahā€, yaitu menggembirakan umat Islam dengan kedatangan bulan itu yang penuh rahmat. Rasulullah bertahni’ah menyambut bulan Ramadhan dengan sabdanya: Ų£ŁŽŲŖŁŽŲ§ŁƒŁŁ…Ł’ Ų±ŁŽŁ…ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ł†Ł Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±ŁŒ Ł…ŁŲØŁŽŲ§Ų±ŁŽŁƒŁŒ ŁŁŽŲ±ŁŽŲ¶ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų¹ŁŽŲ²Ł‘ŁŽ ŁˆŁŽŲ¬ŁŽŁ„Ł‘ŁŽ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’ŁƒŁŁ…Ł’ ŲµŁŁŠŁŽŲ§Ł…ŁŽŁ‡Ł ŲŖŁŁŁ’ŲŖŁŽŲ­Ł ŁŁŁŠŁ‡Ł Ų£ŁŽŲØŁ’ŁˆŁŽŲ§ŲØŁ Ų§Ł„Ų³Ł‘ŁŽŁ…ŁŽŲ§Ų”Ł ŁˆŁŽŲŖŁŲŗŁ’Ł„ŁŽŁ‚Ł ŁŁŁŠŁ‡Ł Ų£ŁŽŲØŁ’ŁˆŁŽŲ§ŲØŁ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŲ­ŁŁŠŁ…Ł ŁˆŁŽŲŖŁŲŗŁŽŁ„Ł‘Ł ŁŁŁŠŁ‡Ł Ł…ŁŽŲ±ŁŽŲÆŁŽŲ©Ł Ų§Ł„Ų“Ł‘ŁŽŁŠŁŽŲ§Ų·ŁŁŠŁ†ŁŲŒ ŁŁŁŠŁ‡Ł Ł„ŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽŲ©ŁŒ Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±ŁŒ مِنْ Ų£ŁŽŁ„Ł’ŁŁ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±Ł Ł…ŁŽŁ†Ł’ Ų­ŁŲ±ŁŁ…ŁŽ Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ ŁŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁ’ Ų­ŁŲ±ŁŁ…ŁŽ "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak memperoleh kebajikan apapun.ā€ (Hadits Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2079 dan Ahmad: 8631. dengan redaksi hadits dari al-Nasa’i). Ibadah puasa Ramadhan merupakan amal yang istimewa, karena ibadah yang lain adalah untuk dirinya sendiri, sedangkan ibadah puasa adalah milik Allah ļ·». Dalam melaksanakan puasa diharapkan tidak hanya dapat meninggalkan makan, minum dan segala yang membatalkannya, akan tetapi harus dapat menjaga diri dari segala perbuatan yang tercela. Puasa itu diharapkan dapat membentuk sikap mental kita, menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah dan beribadah dengan penuh keikhlasan. Dalam berpuasa, manusia muslim dibentuk agar dapat meningkatkan kesabaran, ketabahan, peningkatan daya tahan mental dan fisik. Rasa haus dan lapar dikala berpuasa, dapat meningkatkan solidaritas sosial terhadap orang-orang miskin yang ditimpa kesulitan, dan anak-anak yatim yang terlunta-lunta. Mengenai keutamaan ibadah puasa dan keharusan bersikap sabar, disebutkan dalam hadits Qudsi: ŁƒŁŁ„Ł‘Ł Ų¹ŁŽŁ…ŁŽŁ„Ł ابْنِ Ų¢ŲÆŁŽŁ…ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡Ł Ų„ŁŁ„Ł‘ŁŽŲ§ Ų§Ł„ŲµŁ‘ŁŁŠŁŽŲ§Ł…ŁŽ ŁŁŽŲ„ŁŁ†Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ł„ŁŁŠ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁ†ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŲ¬Ł’Ų²ŁŁŠ بِهِ ŁˆŁŽŲ§Ł„ŲµŁ‘ŁŁŠŁŽŲ§Ł…Ł Ų¬ŁŁ†Ł‘ŁŽŲ©ŁŒ ŁˆŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…Ł ŲµŁŽŁˆŁ’Ł…Ł Ų£ŁŽŲ­ŁŽŲÆŁŁƒŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ±Ł’ŁŁŲ«Ł’ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲµŁ’Ų®ŁŽŲØŁ’ ŁŁŽŲ„ŁŁ†Ł’ Ų³ŁŽŲ§ŲØŁ‘ŁŽŁ‡Ł Ų£ŁŽŲ­ŁŽŲÆŁŒ Ų£ŁŽŁˆŁ’ Ł‚ŁŽŲ§ŲŖŁŽŁ„ŁŽŁ‡Ł ŁŁŽŁ„Ł’ŁŠŁŽŁ‚ŁŁ„Ł’ Ų„ŁŁ†Ł‘ŁŁŠ Ų§Ł…Ł’Ų±ŁŲ¤ŁŒ ŲµŁŽŲ§Ų¦ŁŁ…ŁŒ Allah Azza wa Jalla berfirman: ā€œSetiap amal seorang manusia adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasan kepadanya. Puasa itu adalah perisai, karena itu apabila salah seorang di antaramu berpuasa, janganlah mengucapkan perkataan yang buruk dan keji, jangan membangkitkan syahwat dan jangan pula mendatangkan kekacauan. Apabila ia dimaki atau ditantang seseorang, maka katakanlah: Aku sedang berpuasa,..ā€. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1771). (KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama