UNTUK menyambut Ramadhan, bulan yang dipenuhi dengan rahmat dan karunia Allah, kita harus mengadakan persiapan-persiapan yang dianggap perlu dan bermanfaat, terutama dalam meningkatkan takwa kepada Allah ļ·». Persiapan-persiapan itu antara lain:
Persiapan Pertama
Hendaknya kita mengadakan atau memprakarsai kegiatan ceramah di akhir bulan Syaāban untuk menyambut bulan Ramadhan. Ceramah itu bisa dilakukan di majelis taālim dan tempat-tempat pengajian, atau pengarahan-pengarahan singkat untuk keluarga kita masing-masing.
Dalam ceramah itu dijelaskan berbagai bimbingan bagi jamaah atau keluarga kita, agar dapat mengisi bulan yang penuh berkah itu dengan amal ibadah yang diridhai oleh Allah ļ·». Jangan sampai terjadi, bulan yang teramat agung itu berlalu begitu saja, tanpa meninggalkan kesan yang mendalam yang dapat meningkatkan ibadah dan amal shaleh kita kepada Allah ļ·».
Ceramah pengarahan menyambut bulan Ramadhan ini dilakukan Nabi di depan para sahabatnya, dengan menyampaikan ceramah singkat mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan tuntunan Ramadhan. Agar kita semua dapat mengambil manfaat dari pengarahan Rasul ļ·ŗ tersebut, berikut ini dicantumkan ceramah beliau dengan lengkap:
Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŁŁŲÆŁ Ų£ŁŲøŁŁŁŁŁŁŁ
Ł Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ų¹ŁŲøŁŁŁŁ
ŁŲ Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ł
ŁŲØŲ§ŁŲ±ŁŁŁŲ Ų“ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ©ŁĀ Ų®ŁŁŁŲ±Ł Ł
ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ų¬ŁŲ¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŲµŁŁŲ§ŁŁ
ŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŁŲ¶ŁŲ©Ł ŁŁ ŁŁŁŲ§ŁŁ
Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲ·ŁŁŁŁŁŲ¹Ų§Ł Ł
ŁŁŁ ŲŖŁŁŁŲ±ŁŁŲØŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŲ®ŁŲµŁŁŁŲ©Ł Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ®ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁ
ŁŁŁ Ų£ŁŲÆŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŁŲ¶ŁŲ©Ł ŁŁŁŁŁŁ
Ų§Ł Ų³ŁŁŁŲ§ŁŁĀ ŁŁŁ
ŁŁŁ Ų£ŁŲÆŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŁŲ¶ŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁ
ŁŁŁ Ų£ŁŲÆŁŁŁ Ų³ŁŲØŁŲ¹ŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŁŁŲ¶ŁŲ©Ł ŁŁŁŁŁŁ
ŁŲ§ Ų³ŁŁŲ§ŁŁŁĀ ŁŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŲµŁŁŁŲØŁŲ±ŁĀ ŁŁŲ§ŁŲµŁŁŁŲØŁŲ±ŁĀ Ų«ŁŁŁŁŲ§ŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ“ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁ
ŁŁŁŲ§Ų³ŁŲ§Ų©Ł ŁŁ Ų“ŁŁŁŲ±Ł ŁŁŲ²ŁŲÆŁŲ§ŲÆŁ ŁŁŁŁŁŁŁ Ų±ŁŲ²ŁŁŁ Ų§ŁŁŁ
ŁŲ¤ŁŁ
ŁŁŁŲ Ł
ŁŁŁ ŁŁŲ·ŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŁŁĀ ŲµŁŲ§Ų¦ŁŁ
Ų§Ł ŁŁŲ§ŁŁ Ł
ŁŲŗŁŁŁŲ±ŁŲ©Ł ŁŁŲ°ŁŁŁŁŁŲØŁŁŁĀ ŁŁŲ¹ŁŲŖŁŁŁ Ų±ŁŁŁŲØŁŲŖŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁ Ł
ŁŲ«ŁŁŁ Ų£ŁŲ¬ŁŲ±ŁŁŁ Ł
ŁŁŁ ŲŗŁŁŁŲ±Ł Ų£ŁŁŁ ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŲµŁ Ł
ŁŁŁ Ų£ŁŲ¬ŁŲ±ŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ”Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ³Ł ŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¬ŁŲÆŁ Ł
ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ·ŁŁŲ±Ł Ų§ŁŲµŁŁŲ§Ų¦ŁŁ
ŁŲĀ ŁŁŁŁŲ§ŁŁ : ŁŁŲ¹ŁŲ·ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŲ°ŁŲ§ Ų§ŁŲ«ŁŁŁŁŲ§ŲØŁ Ł
ŁŁ ŁŁŲ·ŁŁŲ±Ł ŲµŁŲ§Ų¦ŁŁ
Ų§Ł Ų¹ŁŁŁŁ ŲŖŁŁ
ŁŲ±ŁŲ©ŁĀ Ų£ŁŁŁ Ų“ŁŲ±ŁŲØŁŲ©Ł Ł
ŁŲ§Ų”ŁĀ Ų£ŁŁŁ Ł
Ų°ŁŁŁŁŲ©ŁĀ ŁŁŲØŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ų£ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų±ŁŲŁŁ
ŁŲ©Ł ŁŁŲ£ŁŁŁŲ³ŁŲ·ŁŁŁ Ł
ŁŲŗŁŁŁŲ±ŁŲ©Ł ŁŁŲ¢Ų®ŁŲ±ŁŁŁ Ų¹ŁŲŖŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±ŁŲ Ł
ŁŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ł
ŁŁ
ŁŁŁŁŁŁŁŁŁ ŲŗŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁĀ ŁŁŁŁĀ ŁŁŲ£ŁŲ¹ŁŲŖŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁŲ§Ų³ŁŲŖŁŁŁŲ«ŁŲ±ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁ Ų£ŁŲ±ŁŲØŁŁŲ¹Ł Ų®ŁŲµŁŲ§ŁŁ : Ų®ŁŲµŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲ±ŁŲ¶ŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁ
ŁŲ§ Ų±ŲØŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŲ®ŁŲµŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁ ŁŲ§Ł ŲŗŁŁŁŁĀ ŲØŁŁŁŁ
Ł Ų¹ŁŁŁŁŁŁ
ŁŲ§ ŁŁŲ£ŁŁ
ŁŁŲ§ Ų§ŁŁŲ®ŁŲµŁŁŁŲŖŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲŖŲ§ŁŁŁ ŲŖŁŲ±ŁŲ¶ŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁ
ŁŲ§ Ų±ŲØŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŲ“ŁŁŁŲ§ŲÆŁŲ©ŁĀ Ų£ŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų„ŁŁŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁĀ ŁŁ ŲŖŁŲ³ŁŲŖŁŲŗŁŁŁŲ±ŁŁŁŁŁŁŁĀ ŁŁŲ£ŁŁ
ŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲŖŲ§ŁŁŁĀ ŁŲ§Ł ŲŗŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁ
Ł Ų¹ŁŁŁŁŁŁ
ŁŲ§ ŁŁŁŲŖŁŲ³ŁŲ£ŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŲ©ŁĀ ŁŁ ŲŖŁŁŲ¹ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų±Ł ŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų£ŁŲ“ŁŲØŁŲ¹Ł ŁŁŁŁŁŁŁ ŲµŁŲ§Ų¦ŁŁ
Ų§Ł Ų³ŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁ ŲŁŁŁŲ¶ŁŁŁ Ų“ŁŲ±ŁŲØŁŲ©ŁĀ ŁŲ§Ł ŁŁŲøŁŁ
ŁŲ£Ł ŲŁŲŖŁŁ ŁŁŲÆŁŲ®ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŲ©Ł
āWahai manusia, sesungguhnya telah menaungi kamu bulan yang agung dan penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan itu, Allah menjadikan puasanya sebagai suatu kewajiban dan qiyam atau shalat di malam harinya sebagai ibadah sunnah. Siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan kewajiban di bulan lain. Siapa yang mengerjakan suatu kewajiban dalam bulan Ramadhan tersebut, maka sama dengan menjalankan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.ā
Ramadhan itu adalah bulan kesabaran; sedangkan ketabahan dan kesabaran, balasannya adalah surga. Ramadhan adalah bulan pertolongan, pada bulanĀ itu rizki orang-orang mukmin ditambah. Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orangĀ yang berpuasa di bulan itu, maka ia akan diampuni dosanya, dibebaskan dari api neraka.Ā Orang itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut. Sedangkan pahala puasa bagi orang yang melakukannya, tidak berkurang sedikitpun. Para sahabat bertanya: āWahai Rasulullah, kami tidak semua memiliki makanan untuk berbuka bagiĀ Ā orang lainā.
Bersabda Rasulullah ļ·ŗ: āAllah memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau seteguk susuā. Dialah Ramadhan, bulan yang permulaannya dipenuhi dengan rahmat, periode pertengahannya dipenuhi dengan ampunan dan maghfirah, pada periode terakhirnya merupakan pembebasan manusia dari azab neraka. Barang siapa yang meringankan beban pekerjaan pembantu-pembantu rumah tangganya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan membebaskannya dari api neraka.
Oleh karena itu dalam bulan Ramadhan ini, hendaklah kamu sekalian dapat meraih empat bagian. Dua bagian pertama untuk memperoleh ridha Tuhanmu dan dua bagian lain adalah sesuatu yang kamu dambakan. Dua bagian yang pertama ialah bersaksi dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan hendaklah memohon ampunan kepada-Nya. Dua bagian yang kedua yaitu kamu memohon (dimasukkan ke dalam) surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang memberi minuman kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari telagaku, suatu minuman yang seseorang tidak akan merasa haus dan dahaga lagi sesudahnya, sehingga ia masuk ke dalam surgaā. (Hadits Dhaif, Riwayat Ibnu Khuzaimah: 1780, al-Baihaqi dalam Syuāab al-Iman: 3455. redaksi hadits di atas riwayat Ibn Khuzaimah).
Meskipun sebagian ahli menyebut hadits ini berstatus dhaif, karena berkaitan dengan fadhailul aāmal (keutamaan amal), maka masih bisa ditoleransi. Beberapa keterangan yang disebutkan hadits ini, banyak persamaan yang disebutkan hadits yang lebih sahih. Imam Ahmad bin Hambal menyampaikan pernyataan mengenai hadits dhaif, beliau berpandangan:
Ų§ŁŁŲŁŲÆŁŁŁŲ«Ł Ų§ŁŲ¶ŁŲ¹ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲŁŲØŁŁ Ų„ŁŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŲ£ŁŁŁ
āHadits yang dhaif lebih aku cintai dari al-Raāyu (pendapat akal seseorang)ā.
Dalam kalimat yang lain, beliau berpendapat:
Ų§ŁŁŲ¹ŁŁ
ŁŁŁ ŲØŁŲ§ŁŁŲŁŲÆŁŁŁŲ«Ł Ų§ŁŲ¶ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁŁ Ł
ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ§Ų³Ł
āBeramal dengan hadits yang dhaif lebih utama dari menggunakan qiyas (analogi)ā.
Hadits ini dimuat juga dalam kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama terkenal, antara lain: Muhammad Yusuf al-Kandahlawi dalam kitab Hayah al-Shahabah, III/400ā401, Imam al-Munzdiri dalam kitab al-Targhib wa al-Tarhib, I/16ā17, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Baz dalam kitab Majmuā Fatawa wa Maqalat Mutanawwiāah, XV/44ā45. Prof. Hasbi al-Shiddiqi dalam Pedoman Puasa.
Ā
Persiapan Kedua
Persiapan yang kedua adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaāban, yaitu bagi mereka yang sebelum datangnya bulan itu telah membiasakan puasa sunnah. Namun demikian satu atau dua hari menjelang masuknya bulan Ramadhan dilarang melakukan puasa sunnah, kecuali bagi mereka yang sudah membiasakannya.
Ā
Ų¹ŁŁŁ Ų¹ŁŲ§Ų¦ŁŲ“ŁŲ©Ł Ų±ŁŲ¶ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŲµŁŁŁ
Ł ŲŁŲŖŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ·ŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŁŲ·ŁŲ±Ł ŲŁŲŖŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŲµŁŁŁ
Ł ŁŁŁ
ŁŲ§ Ų±ŁŲ£ŁŁŁŲŖŁ Ų±ŁŲ³ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁ
Ł Ų§Ų³ŁŲŖŁŁŁŁ
ŁŁŁ ŲµŁŁŁŲ§Ł
Ł Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų±ŁŁ
ŁŲ¶ŁŲ§ŁŁ ŁŁŁ
ŁŲ§ Ų±ŁŲ£ŁŁŁŲŖŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲ«ŁŲ±Ł ŲµŁŁŁŲ§Ł
ŁŲ§ Ł
ŁŁŁŁŁ ŁŁŁ Ų“ŁŲ¹ŁŲØŁŲ§ŁŁ
Dari Aisyah r.a. ia menuturkan, āRasulullah ļ·ŗ biasa mengerjakan puasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah tidak berpuasa, dan beliau biasa tidak berpuasa, sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Akan tetapi aku tidak pernah melihat Rasulullah ļ·ŗ berpuasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada puasa di bulan Syaābanā. (Hadits Shahih, riwayat Bukhari: 1833 dan Muslim: 1956. teks hadits riwayat al-Bukhari).
Mengenai larangan puasa sunnah satu atau dua hari menjelang masuk Ramadhan, kecuali bagi mereka yang telah membiasakannya, disebutkan dalam hadits Nabi ļ·ŗ:
ŁŁŲ§ ŲŖŁŁŁŲÆŁŁŁ
ŁŁŲ§ Ų±ŁŁ
ŁŲ¶ŁŲ§ŁŁ ŲØŁŲµŁŁŁŁ
Ł ŁŁŁŁŁ
Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁ
ŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų±ŁŲ¬ŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲµŁŁŁ
Ł ŲµŁŁŁŁ
ŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲµŁŁ
ŁŁŁ
āJangan kamu dahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi seseorang yang mempuasakan puasa tertentu, maka ia boleh meneruskan puasanyaā. (Hadits Shahih, riwayat Bukhari: 1781 dan Muslim: 1812. teks hadits riwayat al-Bukhari).
Ā
Persiapan Ketiga
Persiapan selanjutnya adalah menyambut bulan Ramadhan dengan ātahniāahā, yaitu menggembirakan umat Islam dengan kedatangan bulan itu yang penuh rahmat. Rasulullah bertahniāah menyambut bulan Ramadhan dengan sabdanya:
Ų£ŁŲŖŁŲ§ŁŁŁ
Ł Ų±ŁŁ
ŁŲ¶ŁŲ§ŁŁ Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ł
ŁŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ¶Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŲ²ŁŁ ŁŁŲ¬ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ
Ł ŲµŁŁŁŲ§Ł
ŁŁŁ ŲŖŁŁŁŲŖŁŲŁ ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲØŁŁŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŁ
ŁŲ§Ų”Ł ŁŁŲŖŁŲŗŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲØŁŁŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŲŁŁŁ
Ł ŁŁŲŖŁŲŗŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł
ŁŲ±ŁŲÆŁŲ©Ł Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ§Ų·ŁŁŁŁŲ ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų®ŁŁŁŲ±Ł Ł
ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ±Ł Ł
ŁŁŁ ŲŁŲ±ŁŁ
Ł Ų®ŁŁŁŲ±ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲÆŁ ŲŁŲ±ŁŁ
Ł
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak memperoleh kebajikan apapun.ā (Hadits Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2079 dan Ahmad: 8631. dengan redaksi hadits dari al-Nasaāi).
Ibadah puasa Ramadhan merupakan amal yang istimewa, karena ibadah yang lain adalah untuk dirinya sendiri, sedangkan ibadah puasa adalah milik Allah ļ·». Dalam melaksanakan puasa diharapkan tidak hanya dapat meninggalkan makan, minum dan segala yang membatalkannya, akan tetapi harus dapat menjaga diri dari segala perbuatan yang tercela. Puasa itu diharapkan dapat membentuk sikap mental kita, menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah dan beribadah dengan penuh keikhlasan.
Dalam berpuasa, manusia muslim dibentuk agar dapat meningkatkan kesabaran, ketabahan, peningkatan daya tahan mental dan fisik. Rasa haus dan lapar dikala berpuasa, dapat meningkatkan solidaritas sosial terhadap orang-orang miskin yang ditimpa kesulitan, dan anak-anak yatim yang terlunta-lunta. Mengenai keutamaan ibadah puasa dan keharusan bersikap sabar, disebutkan dalam hadits Qudsi:
ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁ
ŁŁŁ Ų§ŲØŁŁŁ Ų¢ŲÆŁŁ
Ł ŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲµŁŁŁŁŲ§Ł
Ł ŁŁŲ„ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŁŁŲ§ Ų£ŁŲ¬ŁŲ²ŁŁ ŲØŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŲµŁŁŁŁŲ§Ł
Ł Ų¬ŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ„ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁŁ
Ł ŲµŁŁŁŁ
Ł Ų£ŁŲŁŲÆŁŁŁŁ
Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŁŁŲ«Ł ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲµŁŲ®ŁŲØŁ ŁŁŲ„ŁŁŁ Ų³ŁŲ§ŲØŁŁŁŁ Ų£ŁŲŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁ ŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŁ Ų§Ł
ŁŲ±ŁŲ¤Ł ŲµŁŲ§Ų¦ŁŁ
Ł
Allah Azza wa Jalla berfirman: āSetiap amal seorang manusia adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasan kepadanya. Puasa itu adalah perisai, karena itu apabila salah seorang di antaramu berpuasa, janganlah mengucapkan perkataan yang buruk dan keji, jangan membangkitkan syahwat dan jangan pula mendatangkan kekacauan. Apabila ia dimaki atau ditantang seseorang, maka katakanlah: Aku sedang berpuasa,..ā. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1771).
(KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama