Warta

Pesantren Sunanul Huda, Mencetak Kader Agama dan Bangsa yang Tangguh

Ahad, 7 September 2014 | 15:48 WIB

Bagi masyarakat Natar, Lampung Selatan, pasti sangat mengenal Pondok Pesantren Sunanul Huda. Lokasinya sangat mudah dijangkau, hanya satu kilometer dari Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di  Dusun Tanjung Waras, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Berikut ini beberapa foto kegiatan yang berada di Pesantren Sunanul Huda. [caption id="attachment_116" align="alignnone" width="441"]Mencetak Santri Menjadi Kader Agama dan Bangsa yang Tangguh Suasana belajar di pondok pesantren sunanul huda[/caption] [caption id="attachment_115" align="alignnone" width="439"]Pesantren Sunanul Huda Jama’ah Tablig Sholawat[/caption] Dari segi materi pendidikan, Pondok Pesantren Sunanul Huda  memiliki karakter yang mirip dengan sistem yang dipakai di banyak pondok-pondok pesantren yang berbasis salafiyah yakni kajian kitab-kitab kuning (Kutubutturost) sebagai kajian utama. Selain itu ada materi tambahan bagi santri yang senior yang berkaitan dengan riyadoh (wiridan). Para santri yang baru masuk pesantren ini, dibagi dalam sistem kelas berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki untuk mencapai target pembelajaran, yakni mampu membaca dan memahami kitab kuning. Kelas yang dimaksud adalah kelas Iqro (bagi yang belum bisa membaca Al-Qur,an), kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Saat ini jumlah santri di pesantren Sunanul Huda berjumlah 151 orang, terdiri dari 96 santri laki-laki dan 55 santri perempuan. Secara umum  pelajaran yang dikaji mulai dari Al-Quran, tafsir, hadits, mustholah hadits, nahwu, shorof, balaghoh, fiqih, ushul fiqih, tarikh, dan juga ilmu tauhid. Mayoritas materi tersebut dikaji dengan menggunakan metode sorogan, bandongan, dan diskusi kitab-kitab kuning dengan teks bahasa Arab. Kitab-kitab yang dikaji cukup banyak, antara lain Sulamut Taufiq, Aqidatul Awwam, Nashoihul Ibad, Khulashoh Nurul Yaqin, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah, Syarh Ibnu Aqil, Arbain Nawawi, Bulughul Marom, Tanqihul Qoul,Tafsir Jalalain , Taisir Mustholahul Hiadits, Safinatun Najah, Fathul Qorib, Fathul Muin, Kifayatul Awwam, Ummul Barahin, Ta’limul Muta’allim, Syarah Waroqot, Mabadi Awwaliyah, Al-Adzkar dan yang lainnya. Pesantren seluas 5200  meter persegi ini, dibangun pada tahun 1999 oleh KH. M. Zamakhsyari dan  kemudian diresmikan pada tanggal 9 Juni  2001. Nama Sunanul Huda diambil dari nama sebuah Pondok Pesantren di Sukabumi, Jawa Barat, yang merupakan tempat para pendiri pesantren ini menempuh pendidikan agama. Sejak pertama dibuka, pondok pesantren Sunanul Huda diasuh oleh KH. M. Zamakhsyari selaku pendiri pondok pesantren sampai sekarang. Pada tahun pelajaran 2009/2010 dibukalah pendidikan formal setingkat MTs dan MA bagi santri dan masyarakat. Sebagian besar santri juga mengikuti pendidikan formal di MTs dan MA yang dibuka oleh pondok pesantren tersebut. Setiap malam Sabtu, minggu pertama dan ketiga setiap bulannya, di pesantren ini diadakan dzikiran  yang diikuti oleh masyarakat luas. Selain itu, juga diadakan TPA dan Madrasah Diniyah (Madin) bagi anak-anak di sekitar wilayah pondok setiap hari ba’da ashar. Pesantren ini membuka pendidikan nonformal yaitu Taman Pembacaan Al Quran (TPQ), Madrasah Diniyah, Wajardikdas dan Pendidikan Kesetaraan (Paket) A, B dan C. Tujuannya untuk membantu santri dan masyarakat yang tidak sempat menempuh pendidikan formal atau ingin menempuh pendidikan agama nonpondok. Secara umum, pesantren ini bertujuan menyiapkan santri yang mempunyai kemampuan ilmu agama secara mendalam serta mampu mengembangkannya, dan menyiapkan santri sebagai kader  agama dan bangsa yang tangguh, memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, berakhlak mulia, terampil, dan beramal shaleh. Selain itu juga untuk menyiapkan santri yang menghargai nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu banyak kendala yang dihadapi. Namun, dengan semangat dan tekad Li i’lai kalimatillah, serta partisipasi dan bantuan dari semua pihak, pondok pesantren Sunanul Huda akan terus berusaha dengan sebaik mungkin, demi tercapainya kondisi masyarakat yang islami, cerdas, dan berakhlak mulia. (Imam Santoso) Berikut ini bangunan sekolah yang berada di pesantren. [caption id="attachment_120" align="alignnone" width="398"]pesantern 4 Gedung MTs/MA Sunanul Huda[/caption] [caption id="attachment_119" align="alignnone" width="395"]pesantren 3 Gedung MTs/MA Sunanul Huda[/caption] foto: dok. pesantren sunanul huda  


Terkait